#Bioteknologi19
Microrobot NPCbot bantu perbaiki cedera sumsum tulang belakang
Tim peneliti menggabungkan sel punca dengan nanopartikel magnetoelektrik dalam microrobot bernama NPCbot. Robot ini dipandu oleh medan magnet dan menstimulasi sel untuk mempercepat perbaikan pada model ikan dan tikus.
Foto oleh julien Tromeur, Unsplash
Kerala tetapkan Bacillus subtilis sebagai mikroba resmi
Kerala menetapkan Bacillus subtilis sebagai mikroba resmi untuk menyoroti potensi mikroba bagi kesehatan, pertanian, lingkungan, dan ketangguhan iklim. Langkah ini terkait dengan Centre of Excellence in Microbiome yang mempelajari pemanfaatan mikroba tersebut.
Sensor Protein Baru Membuat Aktivitas Molekuler Terlihat oleh MRI
Peneliti di UC Santa Barbara mengembangkan sensor protein yang dikodekan secara genetik untuk membuat aktivitas molekuler terlihat lewat MRI. Sistem modular ini, bernama MAPPER, berpotensi membantu studi kanker, neurodegenerasi, dan peradangan.
Perban Pintar Lepaskan Antibiotik Hanya saat Bakteri Berbahaya
Peneliti mengembangkan perban berbahan hidrogel yang melepaskan antibiotik hanya ketika enzim dari bakteri berbahaya hadir. Uji laboratorium dan percobaan pada tikus menunjukkan perban selektif dan efektif, menurut studi yang dipublikasikan di Science Advances.
AUC dan Minapharm dirikan akademi bioteknologi di Afrika
American University in Cairo (AUC) bekerja sama dengan Minapharm untuk mendirikan akademi bioteknologi yang menghubungkan pendidikan dan kebutuhan industri. Inisiatif ini fokus pada pelatihan praktik, penelitian, dan inovasi di Mesir, Timur Tengah, dan Afrika.
Bagaimana Reseptor Sel T Memicu Imunoterapi Kanker
Peneliti di The Rockefeller University menggunakan cryo-EM dan lingkungan membran tiruan untuk melihat reseptor sel T. Mereka menemukan reseptor tertutup saat istirahat dan membuka saat bertemu antigen, temuan yang dapat membantu menyempurnakan imunoterapi sel T.