Para peneliti di University of Missouri, dengan pimpinan Susie Dai dari College of Engineering dan Bond Life Sciences Center, mengembangkan alga yang secara genetik dimodifikasi untuk memproduksi limonena, minyak alami. Limonena mengubah sifat permukaan alga menjadi hidrofobik, sehingga alga cenderung menempel pada partikel mikroplastik yang juga menolak air.
Interaksi ini menyebabkan pembentukan gumpalan atau flok biomassa yang padat dan berat, sehingga tenggelam ke dasar. Lapisan biomassa yang tenggelam lebih mudah dikumpulkan dan dihilangkan dibandingkan partikel mikroplastik yang tersebar, sehingga pendekatan ini menyederhanakan proses pemisahan fisik.
Lebih jauh, alga rekayasa dapat tumbuh di air limbah dan memanfaatkan nutrien berlebih sehingga sekaligus membantu proses pemurnian air. Dai menyatakan harapan bahwa pendekatan ini dapat menyelesaikan beberapa masalah sekaligus: "Dengan menghilangkan mikroplastik, membersihkan air limbah, dan akhirnya menggunakan mikroplastik yang sudah diambil untuk membuat produk bioplastik yang bermanfaat, kita dapat mengatasi tiga masalah sekaligus dengan satu pendekatan."
Tim juga membangun bioreaktor laboratorium berukuran 100 liter yang dinamai "Shrek" dan menggunakannya untuk memproses gas buang industri dalam uji kualitas udara. Mereka berharap dapat menyesuaikan dan memperbesar sistem seperti itu agar bisa dihubungkan dengan instalasi pengolahan air limbah yang sudah ada. Hasil penelitian ini diterbitkan di Nature Communications.
Kata-kata sulit
- memodifikasi — mengubah gen organisme secara terencanadimodifikasi
- limonena — minyak alami yang sering dari kulit jeruk
- hidrofobik — sifat permukaan yang menolak air
- mikroplastik — potongan plastik sangat kecil di lingkungan
- flok — gumpalan padat partikel atau biomassa
- biomassa — bahan organik dari organisme hidup
- bioreaktor — wadah atau sistem untuk kultur organisme
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Menurut Anda, apa keuntungan terbesar menggunakan alga yang dimodifikasi untuk mengatasi mikroplastik? Jelaskan dengan alasan.
- Apa tantangan teknis atau lingkungan yang mungkin muncul saat memperbesar sistem seperti 'Shrek' dan menghubungkannya ke instalasi pengolahan air limbah?
- Bagaimana pemanfaatan mikroplastik yang sudah diambil untuk membuat produk bioplastik bisa mempengaruhi ekonomi lokal atau industri pengolahan limbah?
Artikel terkait
Perdagangan Satwa Liar di Nepal dan Dampaknya
Perdagangan satwa liar adalah bisnis global besar. Nepal menjadi negara asal dan jalur transit, sementara masyarakat miskin dan adat sering dihukum. Pakar menyerukan reformasi hukum, penyelidikan tingkat atas, dan dukungan mata pencaharian.
Musim panas bencana di Australia terkait krisis iklim
Selama Januari–Februari Australia mengalami gelombang panas, kebakaran, badai, dan banjir yang terkait dengan krisis iklim. Peristiwa ini merusak ekosistem, mengancam spesies, dan meningkatkan tekanan pada masyarakat serta pasar asuransi.
Petani Namibia Gunakan Biofertiliser dan Legum untuk Kurangi Malnutrisi
Peneliti di Namibia melatih petani di komunitas Mayana untuk membuat biofertiliser lokal dan menanam legum kaya protein. Proyek FOODSECBIO bertujuan memperbaiki kesuburan tanah dan mengurangi malnutrisi, serta berjalan sampai Juli 2025.
Perjanjian Perikanan China dan Dampaknya di Mauritania
Pada 2010 sebuah perusahaan China menandatangani perjanjian panjang dengan Mauritania untuk investasi dan hak penangkapan. Kehadiran banyak kapal industri mengurangi hasil nelayan lokal, dan LSM meminta perlindungan pesisir sementara kebijakan belum jelas.