Para peneliti berhasil menghasilkan tulang rawan telinga elastis dari sel manusia, sebuah upaya yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade. Pekerjaan ini melibatkan kelompok riset dari beberapa institusi termasuk laboratorium akademik dan rumah sakit di Swiss.
Mereka mengisolasi sel tulang rawan dari potongan kecil jaringan pasien dan mengembangaknnya in vitro. Dari sepotong kecil dapat diperoleh sel, tetapi telinga yang dicetak memerlukan jumlah sel yang jauh lebih banyak. Tim mengembangkan lingkungan kultur yang memasok nutrisi dan oksigen ke struktur yang dicetak, serta menguji faktor pertumbuhan untuk mendorong pembelahan sel dan mencegah perubahan menjadi fibroblas.
Sel yang diperbanyak disematkan ke dalam tinta biologis, dicetak, lalu dimatangkan untuk membentuk kolagen tipe II, elastin, dan glikosaminoglikan. Setelah pra-maturasi, konstruksi ditanamkan di bawah kulit tikus dan tetap stabil beberapa minggu, meski elastin masih belum sepenuhnya matang. Langkah berikutnya adalah studi klinis, pengujian terstruktur, dan persetujuan formal sebelum digunakan pada pasien.
Kata-kata sulit
- tulang rawan — Jaringan tubuh yang elastis, pembentuk beberapa struktur
- kultur — Proses atau lingkungan untuk menumbuhkan sel di laboratorium
- faktor pertumbuhan — Zat yang merangsang sel untuk membelah dan tumbuh
- fibroblas — Sel yang biasanya membentuk jaringan ikat dan serat
- kolagen — Protein utama pembentuk struktur dan kekuatan jaringan
- elastin — Protein yang memberi jaringan sifat elastis atau lentur
- glikosaminoglikan — Molekul karbohidrat besar pada matriks luar sel
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa keuntungan menggunakan sel pasien sendiri untuk membuat tulang rawan telinga?
- Menurut Anda, tantangan apa yang mungkin muncul sebelum metode ini dipakai pada pasien?
- Mengapa uji klinis dan persetujuan formal penting sebelum digunakan pada manusia?
Artikel terkait
Tisu Uji Cepat untuk Deteksi Timbal di Rumah dan Mobil
Sebuah studi memvalidasi tisu kolorimetrik yang berubah warna untuk mendeteksi timbal di rumah dan kendaraan pekerja konstruksi. Metode ini lebih cepat dan jauh lebih murah dibanding tes laboratorium dan bisa dipakai langsung oleh keluarga.
Pemotongan Bantuan Global Mengguncang Layanan Kesehatan
Pada 2025, pemotongan besar bantuan internasional mulai Januari mengganggu layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah. Dampak meliputi penutupan proyek, kekurangan obat, dan risiko peningkatan infeksi penyakit.