Para peneliti berhasil menghasilkan tulang rawan telinga elastis dari sel manusia, sebuah upaya yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade. Pekerjaan ini melibatkan kelompok riset dari beberapa institusi termasuk laboratorium akademik dan rumah sakit di Swiss.
Mereka mengisolasi sel tulang rawan dari potongan kecil jaringan pasien dan mengembangaknnya in vitro. Dari sepotong kecil dapat diperoleh sel, tetapi telinga yang dicetak memerlukan jumlah sel yang jauh lebih banyak. Tim mengembangkan lingkungan kultur yang memasok nutrisi dan oksigen ke struktur yang dicetak, serta menguji faktor pertumbuhan untuk mendorong pembelahan sel dan mencegah perubahan menjadi fibroblas.
Sel yang diperbanyak disematkan ke dalam tinta biologis, dicetak, lalu dimatangkan untuk membentuk kolagen tipe II, elastin, dan glikosaminoglikan. Setelah pra-maturasi, konstruksi ditanamkan di bawah kulit tikus dan tetap stabil beberapa minggu, meski elastin masih belum sepenuhnya matang. Langkah berikutnya adalah studi klinis, pengujian terstruktur, dan persetujuan formal sebelum digunakan pada pasien.
Kata-kata sulit
- tulang rawan — Jaringan tubuh yang elastis, pembentuk beberapa struktur
- kultur — Proses atau lingkungan untuk menumbuhkan sel di laboratorium
- faktor pertumbuhan — Zat yang merangsang sel untuk membelah dan tumbuh
- fibroblas — Sel yang biasanya membentuk jaringan ikat dan serat
- kolagen — Protein utama pembentuk struktur dan kekuatan jaringan
- elastin — Protein yang memberi jaringan sifat elastis atau lentur
- glikosaminoglikan — Molekul karbohidrat besar pada matriks luar sel
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa keuntungan menggunakan sel pasien sendiri untuk membuat tulang rawan telinga?
- Menurut Anda, tantangan apa yang mungkin muncul sebelum metode ini dipakai pada pasien?
- Mengapa uji klinis dan persetujuan formal penting sebelum digunakan pada manusia?
Artikel terkait
AI Baru untuk Mendeteksi dan Memantau Tuberkulosis
Para peneliti menampilkan beberapa alat kecerdasan buatan untuk mendeteksi dan memantau TB pada Union World Conference on Lung Health di Kopenhagen (18-21 November). Alat ini menjanjikan akses lebih cepat dan murah, tetapi butuh validasi lebih lanjut.
Kapan Anak Siap Punya Ponsel? Pilihan Telepon Rumah
Ahli dari Virginia Tech menjelaskan kapan anak mungkin siap punya ponsel dan mengapa beberapa keluarga kembali memakai telepon rumah. Mereka menekankan manfaat batasan, risiko layar berlebih, dan pentingnya pembicaraan terbuka tentang teknologi.
Sel punca tikus dan diapause pada mamalia
Studi di Genes & Development menjelaskan bagaimana sel punca embrionik tikus mempertahankan pluripotensi selama diapause. Peneliti menemukan respons molekuler bersama yang menjaga identitas sel ketika metabolisme dan sinyal pertumbuhan rendah.