Para peneliti berhasil menumbuhkan tulang rawan telinga yang elastis di laboratorium. Karya ini merupakan kolaborasi beberapa lembaga riset dan rumah sakit di Swiss.
Mereka mulai dari potongan kecil tulang rawan pasien lalu menumbuhkan sel dalam larutan nutrisi. Sel-sel diperbanyak, dimasukkan ke dalam tinta biologis (bioink), lalu dicetak menjadi bentuk telinga dan dimatangkan dalam inkubator sampai bahan penyusun jaringan terbentuk.
Hasil diuji pada tikus dan tetap stabil setelah beberapa minggu. Metode ini menawarkan alternatif bagi operasi yang memakai tulang rusuk, dan langkah selanjutnya adalah uji klinis serta persetujuan formal.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan penelitian ilmiah
- tulang rawan — jaringan tubuh yang elastis di telinga dan sendi
- laboratorium — tempat kerja untuk penelitian dan percobaan
- tinta biologis — cairan berisi sel untuk pencetakan jaringan
- inkubator — alat yang menjaga kondisi untuk pertumbuhan sel
- uji klinis — pengujian obat atau prosedur pada pasien manusia
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana perasaanmu tentang penggunaan jaringan yang ditumbuhkan di laboratorium untuk operasi?
- Mengapa menurutmu uji klinis penting sebelum metode ini digunakan pada pasien?
Artikel terkait
Ayam Bertelur Protein: Mengatasi Pembungaan Gen
Peneliti University of Missouri menggunakan CRISPR untuk menempatkan gen pada lokasi khusus di genom ayam. Penanda hijau tetap menyala setelah berbulan-bulan, menunjukkan metode ini bisa menghasilkan garis ayam termodifikasi yang stabil.
Metode Baru Ubah Lumpur Menjadi Gas Alam Terbarukan
Studi uji coba menemukan pra-perlakuan lumpur plus bakteri khusus menghasilkan lebih banyak gas alam terbarukan dan menurunkan biaya pengolahan. Temuan ini dapat membantu pengolahan limbah lebih berkelanjutan dan menyediakan bahan bakar pengganti gas fosil.
Tes AI Baru untuk Prediksi Kekambuhan Kanker Payudara
Sebuah studi di Nature Communications melaporkan tes kecerdasan buatan yang memprediksi risiko kekambuhan kanker payudara. Tes ini diuji pada data lebih dari 3.500 pasien dan dinilai lebih cepat serta lebih murah dibanding tes genomik.