Para peneliti berhasil menumbuhkan tulang rawan telinga yang elastis di laboratorium. Karya ini merupakan kolaborasi beberapa lembaga riset dan rumah sakit di Swiss.
Mereka mulai dari potongan kecil tulang rawan pasien lalu menumbuhkan sel dalam larutan nutrisi. Sel-sel diperbanyak, dimasukkan ke dalam tinta biologis (bioink), lalu dicetak menjadi bentuk telinga dan dimatangkan dalam inkubator sampai bahan penyusun jaringan terbentuk.
Hasil diuji pada tikus dan tetap stabil setelah beberapa minggu. Metode ini menawarkan alternatif bagi operasi yang memakai tulang rusuk, dan langkah selanjutnya adalah uji klinis serta persetujuan formal.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan penelitian ilmiah
- tulang rawan — jaringan tubuh yang elastis di telinga dan sendi
- laboratorium — tempat kerja untuk penelitian dan percobaan
- tinta biologis — cairan berisi sel untuk pencetakan jaringan
- inkubator — alat yang menjaga kondisi untuk pertumbuhan sel
- uji klinis — pengujian obat atau prosedur pada pasien manusia
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana perasaanmu tentang penggunaan jaringan yang ditumbuhkan di laboratorium untuk operasi?
- Mengapa menurutmu uji klinis penting sebelum metode ini digunakan pada pasien?
Artikel terkait
Penelitian Brown: Target mTOR untuk Obat Kanker Lebih Spesifik
Penelitian dari Brown University menemukan cara memahami dua kompleks protein mTOR. Hasilnya menunjukkan kemungkinan memblokir hanya mTORC2 untuk menghentikan sinyal pertumbuhan kanker tanpa memicu jalur kelangsungan hidup.
Studi: Petunjuk PHQ Membuat Hasil Skrining Tidak Konsisten
Penelitian menemukan petunjuk pada Patient Health Questionnaire (PHQ) sering diartikan berbeda oleh peserta. Para peneliti menyarankan memisahkan pertanyaan tentang frekuensi gejala dan tingkat gangguan untuk memperbaiki penilaian.
Media sosial dan perkembangan baca remaja
Penelitian menunjukkan penggunaan media sosial rutin pada masa remaja awal terkait perkembangan membaca dan kosakata yang lebih lemah. Temuan ini muncul bersamaan dengan langkah Australia melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial.