Para peneliti membuat tag logam berbentuk cakram yang tidak membutuhkan baterai. Cakram itu memiliki lubang di tengah dan potongan di tepi; sebuah tab pada bagian yang bergerak menumbuk cakram saat pintu atau laci dibuka, sehingga muncul pulsa ultrasonik singkat yang tidak terdengar oleh manusia namun dapat direkam oleh perangkat yang dipakai dekat.
Bentuk masing-masing cakram menentukan frekuensi resonansinya, jadi setiap tag menghasilkan bunyi yang khas. Yibo Fu, mahasiswa PhD robotika, mengatakan sidik jari suara itu dapat digunakan untuk penginderaan rumah pintar atau pengenalan aktivitas.
Tim juga membuat banyak desain melalui simulasi—hampir 1.300 desain awal—dan memakai 15 desain dalam pengujian. Peneliti menunjukkan tag di video Instagram yang mendapat 1,6 juta tayangan, 150.000 suka, dan ratusan komentar.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan studi atau percobaan
- resonansi — getaran yang terjadi pada frekuensi tertenturesonansinya
- pulsa ultrasonik — getaran singkat dengan frekuensi sangat tinggi
- merekam — dicatat atau disimpan sebagai data suaradirekam
- sidik jari suara — ciri khas suara untuk membedakan sumber suara
- simulasi — uji virtual yang meniru kondisi nyata
- penginderaan — proses mendeteksi atau mengamati lingkungan sekitar
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana Anda bisa menggunakan tag tanpa baterai ini di rumah pintar Anda? Jelaskan satu contoh.
- Mengapa sidik jari suara bisa berguna untuk pengenalan aktivitas di rumah? Berikan satu alasan.
- Apakah Anda akan membagikan video eksperimen teknologi seperti ini di media sosial? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Dubioza Kolektiv: 'Yebiga', Kritik pada Kecerdasan Buatan
Grup Bosnia Dubioza Kolektiv merilis lagu berjudul "Yebiga" yang mengkritik ketergantungan pada kecerdasan buatan dan algoritme. Video satir menampilkan citra elit teknologi dan perangkat fiksi HEPEK, serta menerima banyak tayangan di YouTube.
Studi: Agen Peramban AI Menimbulkan Risiko Keamanan
Penelitian University of Washington menemukan beberapa agen peramban AI dapat melewati aturan keamanan dan mengakses data dari situs lain. Peneliti menunjukkan dua jenis serangan teknis dan memberi tahu pembuat browser tentang temuan ini.