Pengembangan kecerdasan buatan di Sub-Sahara Afrika dibatasi oleh dua hambatan infrastruktur yang saling terkait: pasokan listrik yang tidak dapat diandalkan dan akses internet yang mahal serta tidak stabil. Benua ini memiliki lebih dari 1,5 miliar penduduk, dengan lebih dari separuh tinggal di daerah pedesaan; hampir 600 juta orang diperkirakan tidak memiliki akses listrik, dan 85 persen dari mereka berada di Sub-Sahara Afrika. Beberapa negara seperti Afrika Selatan, Ghana, dan Kenya memiliki tingkat elektrifikasi relatif lebih tinggi, sedangkan negara lain seperti Niger, Chad, dan South Sudan masih sangat tertinggal. Pemadaman listrik adalah kenyataan sehari-hari di Afrika Selatan dan Côte d’Ivoire.
Konektivitas juga bermasalah: pada 2024 Sub-Sahara Afrika menyumbang 75 persen dari perluasan cakupan internet seluler global, namun penetrasi di pedesaan tetap rendah. Latensi tinggi dan koneksi yang putus-putus — dengan sesi yang sering terhenti setiap 10 menit di kawasan pinggiran dan pedesaan — membuat banyak aplikasi AI real-time tidak dapat digunakan. Untuk banyak orang, biaya koneksi sangat besar; paket data dapat menghabiskan lebih dari seperempat gaji bulanan dan 1 GB data seluler berharga antara 2 hingga 10 persen dari pendapatan bulanan rata-rata.
Akibatnya, startup menghadapi biaya lebih tinggi, kebutuhan VPN, waktu tunggu lebih lama, dan kadang tidak dapat mengakses alat maju. Di sektor pendidikan, UNESCO mencatat mayoritas sekolah dasar dan menengah tidak tersambung internet. Solusi teknis seperti energi surya off-grid, kabel bawah laut, model AI yang bisa dijalankan offline, dan investasi terarah tersedia, tetapi yang kurang adalah komitmen politik dan ekonomi untuk memperluas jaringan. Folli Herbert Amouzougan menekankan sulit membayangkan proyek teknologi besar tanpa menstabilkan sektor energi dan membangun jaringan yang menjangkau setidaknya 95 persen wilayah.
Masa depan AI di kawasan ini tidak akan ditentukan hanya oleh laboratorium global, melainkan juga oleh kondisi di kelas-kelas di Niger tanpa listrik, pusat kesehatan pedesaan, dan startup di Nairobi yang bekerja di bawah keterbatasan infrastruktur.
Kata-kata sulit
- infrastruktur — sistem dasar fisik dan layanan publik
- pasokan — pengiriman barang atau kebutuhan, misal listrikpasokan listrik
- elektrifikasi — proses menyediakan akses listrik ke suatu wilayah
- pemadaman — penghentian sementara aliran listrik ke konsumenPemadaman listrik
- konektivitas — kemampuan perangkat atau tempat terhubung ke jaringan
- latensi — waktu tunda antara permintaan dan jawaban
- penetrasi — tingkat penggunaan layanan di suatu populasi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pemadaman listrik dan konektivitas yang buruk dapat mempengaruhi layanan pendidikan dan kesehatan di daerah pedesaan menurut teks? Berikan contoh konkret dari isi artikel.
- Teks menyebutkan solusi teknis tersedia tetapi kurang komitmen politik dan ekonomi. Menurut Anda, tindakan prioritas apa yang harus diambil pemerintah untuk mengatasi masalah ini? Jelaskan alasan Anda.
- Startup menghadapi biaya lebih tinggi dan keterbatasan akses alat. Bagaimana hal tersebut bisa memengaruhi kemampuan startup lokal bersaing secara global? Beri contoh yang sesuai dengan artikel.
Artikel terkait
Peneliti Pakai Pola Kelompok Burung untuk Kurangi Halusinasi AI
Peneliti mengembangkan langkah pra-proses yang menata kalimat seperti kelompok burung sebelum AI membuat ringkasan. Cara ini mengurangi kesalahan fakta pada ringkasan, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan risiko halusinasi.