Penelitian ini mengamati dua kelompok pencari kerja berpendidikan perguruan tinggi di China selama tiga bulan dan mengumpulkan data mingguan tentang bagaimana peserta menyesuaikan ekspektasi upah mereka sepanjang proses pencarian. Para peneliti menanyakan apakah cara pencarian berbeda menurut kelas sosial dan apakah perbedaan itu menjelaskan kesenjangan upah meskipun kualifikasi formal serupa.
Hasilnya menunjukkan bahwa lulusan dari latar belakang kelas sosial lebih rendah —diukur melalui pendidikan orang tua dan penghasilan keluarga— menetapkan tujuan gaji awal yang lebih rendah dibanding rekan dari kelas atas. Mereka juga jauh lebih mungkin menyesuaikan tujuan gaji naik atau turun sebagai respons terhadap perkembangan pencarian kerja minggu demi minggu. Sebaliknya, lulusan dari keluarga kelas atas cenderung mempertahankan tujuan gaji yang lebih stabil, yang dikaitkan dengan akses lebih besar ke sumber daya pencarian kerja seperti jaringan profesional, saran karier, dan jaring pengaman finansial, serta tekanan lebih kecil untuk mendukung keluarga.
Para penulis memperingatkan bahwa keputusan gaji awal dapat terakumulasi dan memperkuat ketidaksetaraan antargenerasi. Mereka merekomendasikan agar universitas dan layanan karier memasukkan pelatihan tentang penetapan gaji yang realistis dan aspiratif, bukan hanya bantuan résumé dan wawancara. Profesor Songqi Liu dari departemen manajemen Georgia State menekankan pentingnya memahami mengapa kesenjangan ini tetap ada meskipun kualifikasi formal mirip.
- Temuan utama: kelas sosial memengaruhi target dan penyesuaian gaji.
- Motif berbeda: dukung keluarga pada lulusan kelas rendah versus pertumbuhan pribadi pada kelas atas.
- Rekomendasi: tambah pelatihan penetapan gaji di universitas.
Penelitian ini dimuat di Journal of Applied Psychology dan dikembangkan oleh peneliti dari Chinese University of Hong Kong, Texas A&M University, University of Minnesota, dan Robinson College of Business di Georgia State. Sumber: University of Georgia.
Kata-kata sulit
- menyesuaikan — mengubah sesuatu supaya cocok dengan situasi baru
- ekspektasi — harapan tentang jumlah upah atau hasil
- kesenjangan — perbedaan yang menunjukkan ketidaksetaraan antara kelompok
- jaring pengaman finansial — bantuan uang atau perlindungan saat mengalami kesulitan
- aspiratif — berkaitan dengan tujuan ambisius atau aspirasi
- penetapan — tindakan menentukan nilai atau aturan resmi
- latar belakang — kondisi sosial atau keluarga seseorang sebelumnya
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pelatihan tentang penetapan gaji di universitas bisa membantu mengurangi kesenjangan upah antar lulusan? Sebutkan contoh langkah praktis.
- Mengapa akses ke jaringan profesional dan saran karier dapat membuat target gaji lulusan kelas atas lebih stabil? Berikan alasan singkat.
- Apa konsekuensi jangka panjang jika lulusan menetapkan tujuan gaji terlalu rendah sejak awal? Jelaskan satu atau dua kemungkinan efek.
Artikel terkait
Dokter Keluarga di Daerah Pedesaan AS Berkurang Sejak 2017
Kekurangan dokter perawatan primer di Amerika Serikat meningkat sejak 2017, dengan penurunan terbesar di daerah pedesaan. Studi menemukan kehilangan bersih 11% dokter keluarga antara 2017 dan 2023 serta perpindahan orang usia 25–44 ke pedesaan.
Musik Langsung dan Kesejahteraan: Peran Efervescensi Kolektif
Sebuah studi menemukan bahwa menghadiri acara musik langsung meningkatkan kesejahteraan karena efervescensi kolektif—perasaan kebersamaan dan kesakralan dalam kerumunan. Temuan ini didukung oleh empat studi dan data dari peserta festival musik.
AUC dan Minapharm dirikan akademi bioteknologi di Afrika
American University in Cairo (AUC) bekerja sama dengan Minapharm untuk mendirikan akademi bioteknologi yang menghubungkan pendidikan dan kebutuhan industri. Inisiatif ini fokus pada pelatihan praktik, penelitian, dan inovasi di Mesir, Timur Tengah, dan Afrika.
Bingkai Kerugian Membuat Karyawan Lebih Berani Bicara
Penelitian yang dipublikasikan di Journal of of Applied Psychology menemukan bahwa ketika manajer menggambarkan masalah sebagai kerugian bersama, karyawan lebih mungkin mengemukakan saran. Temuan ini muncul dari tiga studi berbeda.