Pemuda Afrika: Tantangan dan Peluang untuk Masa DepanCEFR A2
28 Jan 2026
Diadaptasi dari Laura, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Emmanuel Ikwuegbu, Unsplash
Menurut laporan UNICEF 2023, populasi anak dan pemuda Afrika akan tumbuh hingga 2050. Artinya Afrika akan memberi bagian besar dari kelahiran dan jumlah anak di dunia.
Ada kontras dengan negara yang menua, misalnya Jepang, sedangkan beberapa negara Afrika masih punya banyak anak. Beberapa negara Afrika sudah membuat inisiatif: pusat teknologi, pelatihan digital, dan dukungan untuk wirausaha muda. Namun masalah besar tetap: banyak anak tidak sekolah dan sangat sedikit pekerjaan formal untuk pemuda. Para pakar menyarankan perbaikan pendidikan, perluasan pelatihan, dan investasi untuk menciptakan pekerjaan layak.
Kata-kata sulit
- populasi — jumlah orang dalam suatu wilayah atau kelompok
- inisiatif — rencana atau tindakan baru untuk masalah
- pelatihan — proses belajar keterampilan untuk bekerjapelatihan digital
- wirausaha — orang yang memulai dan menjalankan bisnis sendiriwirausaha muda
- pakar — orang dengan pengetahuan khusus di suatu bidang
- investasi — uang atau sumber daya untuk proyek atau usaha
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah di tempatmu ada program pelatihan untuk pemuda? Ceritakan singkat.
- Mengapa investasi penting untuk menciptakan pekerjaan layak menurutmu?
- Program apa yang kamu pikir paling berguna untuk wirausaha muda?
Artikel terkait
Mamokgethi Phakeng: Matematikawan dan Pemimpin Universitas
Mamokgethi Phakeng adalah matematikawan dan pemimpin universitas dari Afrika Selatan. Ia perempuan kulit hitam pertama meraih doktor pendidikan matematika, menjadi wakil rektor University of Cape Town pada Juli 2018, dan menerima beberapa penghargaan internasional.
Studi: AI Tidak Membuat Menulis Lebih Mudah bagi Mahasiswa
Sebuah studi menemukan bahwa penggunaan AI generatif sering menambah tuntutan kognitif saat menulis. Peneliti mengikuti mahasiswa dalam kursus tentang AI dan menulis, lalu menyimpulkan AI perlu digunakan untuk mendukung, bukan menggantikan, peran manusia.