Di berbagai negara Amerika Latin, proyek berbasis kecerdasan buatan bertujuan memperluas akses informasi kesehatan seksual dan reproduksi bagi remaja dan kelompok terpinggirkan, termasuk komunitas adat dan orang transgender yang sering kali kurang dilayani oleh layanan tradisional.
Contoh di Peru meliputi TeleNanu, chatbot berbahasa Quechua yang dipimpin oleh bidan Ana Miluzka Baca Gamarra. TeleNanu menggunakan AI generatif dan model konseling lima langkah, serta dilatih menurut pedoman Organisasi Kesehatan Dunia dan Kementerian Kesehatan Peru, literatur yang ditelaah sejawat, dan pengetahuan profesional. Platform ini menerima lebih dari 88,000 pertanyaan dalam setahun terakhir dalam bahasa Quechua dan Spanyol. APROPO juga meluncurkan NOA, tersedia di WhatsApp, web, dan media sosial, yang menurut organisasi dilatih dengan data lokal dan internasional yang akurat.
Sisi lainnya, peneliti memperingatkan risiko bias. Studi menunjukkan model dapat memberi respons yang menstigmatisasi atau melakukan kesalahan klinis, misalnya menolak prosedur sesuai identitas seseorang. Sensus Argentina 2022 mencatat hampir 200,000 orang sebagai transgender atau non-biner, dan sebuah laporan 2021 menemukan harapan hidup 35-40 tahun serta tingkat diskriminasi tinggi di layanan kesehatan.
Para peneliti dan organisasi menekankan kebutuhan akan data yang lebih baik, regulasi, koordinasi publik-swasta, dan keterlibatan komunitas. CIECTI menguji model bahasa besar, membuat alat untuk menilai bahaya, dan berencana menambahkan data untuk mengurangi bias. CLIAS mempromosikan 15 proyek AI antara 2023 dan 2024 serta menyusun panduan untuk kumpulan data kesehatan berkualitas tinggi. Para ahli mengatakan AI bisa mendukung kesehatan seksual dan reproduksi jika alat dilatih dengan data representatif dan digunakan dengan pengawasan manusia yang tepat waktu.