Studi yang dipimpin oleh University of Michigan, dan didukung oleh Ford–University of Michigan Alliance Program, menilai teknologi vehicle-to-home (V2H). V2H memungkinkan energi tersimpan di baterai mobil listrik digunakan untuk menyalakan peralatan rumah tangga. Peneliti memodelkan sebuah SUV sedang yang representatif dan mempertimbangkan biaya serta emisi energi jaringan, tipe perumahan, dan suhu luar.
Hasilnya menunjukkan V2H dapat menghemat pemilik EV antara 40% to 90% biaya pengisian selama umur kendaraan, setara $2,400 to $5,600. Studi juga menemukan pengurangan emisi seumur hidup antara 70% to 250%, atau antara 24 and 57 tons of carbon dioxide.
Pengurangan emisi itu setara dengan mengemudi SUV kecil bensin sejauh 80,000 to 190,000 miles atau 80 to 190 penerbangan sekali jalan antara New York dan Los Angeles. Dampak bervariasi menurut lokasi; teknologi kontrol masih pada tahap awal di AS dan sedang diuji bersama utilitas lokal.
Kata-kata sulit
- teknologi — Alat, metode atau sistem praktis
- V2H — sistem yang menghubungkan mobil dan rumah
- peralatan rumah tangga — alat listrik di dalam rumah untuk kebutuhan sehari-hari
- memodelkan — membuat gambaran matematis atau simulasi
- emisi — gas atau zat yang dilepas ke udara
- seumur hidup — selama keseluruhan masa pakai suatu barang
- pengurangan — tindakan atau hasil membuat jumlah menjadi lebih kecil
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda akan mempertimbangkan menggunakan V2H di rumah Anda? Jelaskan alasan singkatnya.
- Bagaimana menurut Anda utilitas lokal dapat membantu pengujian teknologi kontrol V2H di wilayahnya?
Artikel terkait
Pengurangan Polusi di Asia Timur Mempercepat Pemanasan Global
Studi baru menghubungkan berkurangnya polusi aerosol di Asia Timur, terutama China, dengan percepatan pemanasan permukaan global sejak sekitar 2010. Penelitian dan laporan cuaca menunjukkan dampak regional dan kebutuhan dana untuk adaptasi.
Kazakhstan dan China setuju bangun pembangkit nuklir
Kazakhstan menyepakati proyek dengan China untuk membangun pembangkit nuklir kedua dan ketiga menggunakan reaktor HPR-1000 (2,4 GW). Langkah ini dimaksudkan untuk mengatasi kekurangan listrik dan mengurangi ketergantungan pada batu bara.