Penelitian yang dipimpin peneliti di University of Michigan dan diterbitkan di Nature Energy mempelajari V2H, yaitu memakai energi dari baterai mobil listrik untuk menjalankan peralatan rumah tangga. Teknologi ini bekerja seperti generator kecil dari mobil yang diparkir.
Peneliti mengatakan pemilik bisa mengisi baterai saat listrik murah dan bersih, lalu memakai energi itu kemudian. Hasilnya dapat menghemat pemilik ribuan dolar dan mengurangi emisi dari penggunaan listrik di rumah. Dampak berbeda menurut lokasi dan infrastruktur listrik setempat.
Kata-kata sulit
- penelitian — kegiatan untuk mencari dan memeriksa fakta
- menerbitkan — mengeluarkan tulisan agar publik melihatnyaditerbitkan
- baterai — penyimpan energi listrik pada perangkat
- menjalankan — membuat mesin atau alat bekerja
- mengurangi — membuat sesuatu jadi lebih sedikit
- emisi — gas atau polusi yang keluar ke udara
- infrastruktur — sistem dan fasilitas untuk layanan publik
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda mau memakai energi dari baterai mobil di rumah? Mengapa atau mengapa tidak?
- Kapan menurut Anda waktu terbaik untuk mengisi baterai jika Anda punya mobil listrik? Jelaskan singkat.
- Menurut Anda, apa tantangan V2H di daerah Anda?
Artikel terkait
Laporan: Uganda Perlu Reformasi Riset dan Inovasi
Laporan nasional yang diluncurkan pada 21 Juni menyimpulkan Uganda perlu mereformasi sistem ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi untuk mempercepat peralihan menuju status berpendapatan menengah. Laporan menyoroti kesenjangan gender dan kelemahan pendanaan.
Kehadiran Manusia Mengubah Perilaku Hewan Liar
Studi global menemukan hewan liar mengubah perilaku bukan hanya karena perusakan habitat, tetapi juga karena kehadiran manusia. Penelitian memakai GPS, data ponsel, dan satelit, lalu mendapati sebagian besar spesies bereaksi saat orang hadir.
AI Mempercepat Diagnostik Medis di Sub-Sahara Afrika
Kecerdasan buatan kini dipakai untuk diagnosis cepat di beberapa bagian sub-Sahara Afrika, termasuk deteksi malaria dan interpretasi rontgen. Proyek awal menunjukkan pengurangan pemberian antibiotik tidak tepat dan komplikasi malaria, namun regulasi dan privasi tetap penting.