Penelitian yang dipimpin peneliti di University of Michigan dan diterbitkan di Nature Energy mempelajari V2H, yaitu memakai energi dari baterai mobil listrik untuk menjalankan peralatan rumah tangga. Teknologi ini bekerja seperti generator kecil dari mobil yang diparkir.
Peneliti mengatakan pemilik bisa mengisi baterai saat listrik murah dan bersih, lalu memakai energi itu kemudian. Hasilnya dapat menghemat pemilik ribuan dolar dan mengurangi emisi dari penggunaan listrik di rumah. Dampak berbeda menurut lokasi dan infrastruktur listrik setempat.
Kata-kata sulit
- penelitian — kegiatan untuk mencari dan memeriksa fakta
- menerbitkan — mengeluarkan tulisan agar publik melihatnyaditerbitkan
- baterai — penyimpan energi listrik pada perangkat
- menjalankan — membuat mesin atau alat bekerja
- mengurangi — membuat sesuatu jadi lebih sedikit
- emisi — gas atau polusi yang keluar ke udara
- infrastruktur — sistem dan fasilitas untuk layanan publik
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda mau memakai energi dari baterai mobil di rumah? Mengapa atau mengapa tidak?
- Kapan menurut Anda waktu terbaik untuk mengisi baterai jika Anda punya mobil listrik? Jelaskan singkat.
- Menurut Anda, apa tantangan V2H di daerah Anda?
Artikel terkait
Pembakaran plastik untuk bahan bakar di kota berpendapatan rendah dan menengah
Sebuah studi di 26 negara menemukan pembakaran limbah plastik sebagai bahan bakar rumah tangga umum di kota-kota berpendapatan rendah dan menengah. Peneliti menjelaskan penyebab, risiko kesehatan, dan solusi yang diusulkan oleh peserta.
AI Membimbing Mahasiswa Bedah Saat Latihan Menjahit Luka
Para peneliti di Johns Hopkins mengembangkan AI yang menilai dan memberi umpan balik personal pada mahasiswa kedokteran saat berlatih menjahit luka. Studi acak dengan 12 mahasiswa menunjukkan manfaat terbesar bagi yang sudah punya dasar bedah.
Laporan: Dunia Memasuki Era "Kebangkrutan Air"
United Nations University (UNU) pada 20 January merilis laporan yang menyatakan dunia telah memasuki era "global water bankruptcy". Laporan memperingatkan banyak sistem air tidak lagi pulih dan menyoroti risiko bagi pangan dan masyarakat.