Tim peneliti menguji 16 peserta di simulator kendaraan. Peserta mengemudi sambil berinteraksi dengan layar sentuh 12 inci dan menjalani tugas N-back, di mana mereka mendengar angka setiap 2,5 detik dan harus mengulang angka tertentu. Para peneliti merekam pergerakan pandangan, gerakan jari, diameter pupil, dan aktivitas elektrodermal untuk memperkirakan beban kognitif.
Kinerja berkendara dan penggunaan layar sentuh turun saat multitugas. Studi mencatat beberapa hasil nyata: penyimpangan lajur meningkat, kecepatan dan ketepatan sentuhan turun secara substansial, pandangan ke layar menjadi lebih singkat, dan perilaku ‘‘tangan-dulu-mata’’ meningkat ketika tugas memori ditambahkan. Membesarkan target sentuh tidak memperbaiki kinerja.
Peneliti menyampaikan bahwa batas utama adalah pencarian visual, bukan ukuran tombol. Mereka mempresentasikan hasil di konferensi ACM di Busan dan menyarankan penggunaan sensor sederhana, seperti pelacakan mata atau sensor sentuh pada setir, untuk memantau perhatian dan menyesuaikan antarmuka.
Kata-kata sulit
- beban kognitif — jumlah usaha mental yang diperlukan melakukan tugas
- N-back — tugas memori mendengar angka dan mengulang sesuai aturan
- penyimpangan lajur — pergeseran kendaraan dari jalur yang seharusnya
- diameter pupil — ukuran lebar bagian hitam di mata
- aktivitas elektrodermal — perubahan listrik pada kulit karena keringat
- pelacakan mata — pemantauan arah pandangan seseorang pada layar
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda setuju pemasangan sensor pelacakan mata di mobil untuk memantau perhatian pengemudi? Mengapa?
- Bagaimana Anda akan mengurangi gangguan saat mengemudi jika harus menggunakan layar sentuh dalam kendaraan?
- Mengapa menurut teks membesarkan tombol tidak memperbaiki kinerja? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Platform Baru Pantau Demam Berdarah Secara Bulanan
Global Dengue Observatory adalah platform dari LSHTM yang memantau tren demam berdarah bulanan menggunakan data WHO dan proyek OpenDengue. Alat ini membantu menyoroti kenaikan, keterlambatan pelaporan, dan pola regional seperti di Amerika Latin.
Kecerdasan Buatan untuk Kesehatan Seksual di Amerika Latin
Kelompok riset dan organisasi di Amerika Latin memakai kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi. Proyek di Peru dan Argentina menjangkau remaja, komunitas adat, dan orang transgender, serta menyorot risiko bias.
Data dan Teknologi di Olimpiade Musim Dingin 2026
Olimpiade Musim Dingin 2026 akan memakai lebih banyak data dan teknologi. Ilmu data, penglihatan komputer, dan perangkat yang dapat dikenakan membantu pelatihan, siaran, dan analisis, tetapi menimbulkan pertanyaan soal keadilan dan aturan.