Perkembangan teknologi membuat membaca lewat layar jadi lebih umum, tetapi perhatian pembaca sering terpecah oleh banyak rangsangan. Di sisi lain, ada orang yang masih memilih cara membaca yang lebih lambat dan mendalam agar bisa memahami cerita dan menambah imajinasi.
Leamos adalah sebuah klub pembaca yang didirikan oleh Benjamedn Edwards. Klub ini mulai pada September 2024 setelah Edwards memposting undangan terbuka di LinkedIn. Klub mengadakan sesi daring mingguan, biasanya pada zona waktu Peru, dengan peserta dari berbagai negara. Dalam setiap sesi, tiga atau empat orang mempresentasikan sebuah buku, memberi ringkasan singkat, lalu menjawab tiga pertanyaan utama tentang isi, alasan menyukai, dan mengapa orang lain harus membaca buku itu.
Kegiatan lain termasuk teman rahasia sastra, pertemuan di toko buku dan kafe, kunjungan ke tempat bersejarah sastra, serta podcast bernama La biblioteca imaginaria. Edwards berharap Leamos akan berkembang di Amerika Latin.
Kata-kata sulit
- rangsangan — sesuatu yang menarik perhatian atau mengganggu fokus
- mendalam — memahami sesuatu secara lebih serius dan lengkap
- mempresentasikan — menyampaikan informasi atau ide secara lisan kepada orang lain
- ringkasan — penjelasan singkat tentang poin-poin utama
- sesi daring — pertemuan online yang terjadi pada waktu tertentu
- zona waktu — pembagian waktu standar menurut wilayah geografis
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu setuju bahwa membaca lambat lebih membantu imajinasi? Jelaskan mengapa.
- Jika ada klub membaca daring seperti Leamos, apakah kamu mau ikut? Sebutkan satu alasan.
- Kegiatan mana dari Leamos yang paling menarik bagimu (kunjungan bersejarah, podcast, atau pertemuan di kafe)? Mengapa?
Artikel terkait
AI Mengubah Saran Setelah Pengungkapan Autisme
Studi Virginia Tech menemukan bahwa menyebut autisme mengubah nasihat model bahasa besar dan sering mengikuti stereotip umum. Peneliti memperingatkan bias dan mendorong pengembang membuat sistem lebih transparan agar pengguna dapat mengendalikan pengaruh identitas.
Tangan bionik dengan kecerdasan buatan untuk genggaman alami
Peneliti University of Utah memasang sensor dan kecerdasan buatan pada prostesis sehingga tangan bionik berperilaku lebih mirip tangan asli. Hasilnya genggaman lebih aman, presisi bertambah, dan banyak tugas sehari-hari bisa dilakukan tanpa latihan lama.