Peneliti di University of Utah menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat tangan bionik berperilaku lebih mirip tangan alami. Mereka memasang sensor jarak dan sensor tekanan pada sebuah prostesis komersial dan melatih sebuah jaringan saraf tiruan pada postur genggaman.
Sistem ini memposisikan setiap jari pada jarak yang tepat sehingga pegangan lebih stabil. Sensor pada ujung jari cukup sensitif sampai dapat mendeteksi benda sangat ringan. Karena setiap jari mempunyai sensor sendiri, jari-jari bekerja secara paralel untuk menahan berbagai objek.
Tim juga mengembangkan kontrol bersama yang menyeimbangkan masukan manusia dan AI agar pengguna tidak “berlawan” dengan mesin. Studi ini dipimpin oleh Jacob A. George dan Marshall Trout dan dimuat di jurnal Nature Communications. Sistem diuji pada beberapa partisipan yang amputasinya terjadi antara siku dan pergelangan tangan, dan mereka dapat melakukan tugas halus seperti mengambil benda kecil serta minum dari gelas plastik.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — teknologi komputer yang meniru kemampuan manusia
- jaringan saraf tiruan — model komputer yang belajar dari data
- prostesis — alat buatan menggantikan bagian tubuh hilangprostesis komersial
- genggaman — cara atau posisi saat memegang sesuatupostur genggaman
- paralel — berjalan bersamaan, pada waktu yang samasecara paralel
- amputasi — kehilangan atau pemotongan bagian tubuh karena operasiamputasinya
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Menurut Anda, apa keuntungan sensor pada ujung jari yang sangat sensitif?
- Bagaimana kontrol bersama bisa mempengaruhi kenyamanan pengguna prostesis?
- Apakah teknologi ini akan membantu orang dalam kehidupan sehari-hari? Jelaskan alasan singkat.
Artikel terkait
Permainan Komputer Bantu Perbaiki Otak Setelah Cedera
Studi menunjukkan orang dewasa dengan cedera otak traumatik dapat memperbaiki struktur otak dan kemampuan berpikir dengan menyelesaikan permainan kognitif berbasis komputer. Perubahan terukur terlihat pada neuroplastisitas, kecepatan pemrosesan, perhatian, dan memori.
NeuroBridge: Alat untuk Memahami Cara Bicara Orang Autis
Peneliti Tufts mengembangkan NeuroBridge untuk membantu orang non-autis memahami preferensi komunikasi orang autis. Alat ini memberikan skenario dan pilihan respons agar pengguna belajar menyesuaikan nada, kejernihan, dan kata saat bicara.
Media sosial dan perkembangan baca remaja
Penelitian menunjukkan penggunaan media sosial rutin pada masa remaja awal terkait perkembangan membaca dan kosakata yang lebih lemah. Temuan ini muncul bersamaan dengan langkah Australia melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial.
Kecerdasan Buatan dan Ketimpangan Bahasa Online
Sebuah kajian menemukan banyak model bahasa besar berkinerja lebih baik dalam bahasa Inggris. Akibatnya, penutur bahasa lain sering mendapat keluaran yang kurang akurat atau tidak sesuai. Para ahli mendorong kerja sama dengan komunitas lokal dan validasi data multibahasa.