- Alat kecerdasan buatan sekarang berkembang sangat cepat di banyak negara.
- Banyak orang menggunakan alat AI untuk pekerjaan dan komunikasi sehari-hari.
- Namun beberapa sistem AI menunjukkan masalah bias terhadap kelompok tertentu.
- Bias itu memengaruhi perawatan medis dan keputusan penting lainnya.
- Beberapa alat juga diskriminatif saat menilai pelamar kerja.
- Sekelompok peneliti meneliti penyebab munculnya bias pada algoritme.
- Mereka menemukan model sering kali menyederhanakan dunia nyata secara berlebihan.
- Para pengembang disarankan mempertimbangkan lebih banyak data dan orang berbeda.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — teknologi yang membuat mesin dapat melakukan tugas manusia
- bias — pendapat salah atau tidak adil terhadap kelompok
- diskriminatif — perilaku atau sistem yang tidak adil pada orang
- algoritme — aturan atau langkah komputer untuk menyelesaikan tugas
- menyederhanakan — membuat sesuatu lebih sederhana dari aslinya
- pengembang — orang yang membuat perangkat atau program komputer
- peneliti — orang yang mempelajari dan mencari informasi baru
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah menggunakan alat AI?
- Apakah menurutmu AI bisa membantu pekerjaanmu?
- Pernahkah kamu melihat contoh bias di aplikasi atau layanan?
Artikel terkait
Kapal Penelitian Nansen Batal Survei di Perairan Sri Lanka
Kapal penelitian Norwegia Dr. Fridtjof Nansen membatalkan survei yang direncanakan di perairan Sri Lanka pada 2025 karena izin pemerintah terlambat. FAO menugaskan kapal itu ke Madagaskar dan para ilmuwan menyayangkan penundaan tersebut.
AI bantu layanan kesehatan di Sudan
Sistem kesehatan Sudan tertekan setelah hampir dua tahun perang. WHO memperingatkan kekurangan staf dan obat. Pejabat kesehatan mengatakan Sudan mulai memakai kecerdasan buatan untuk membantu perawatan di tempat layanan tradisional tidak lagi menjangkau.
Ilmuwan Afrika Selatan Pantau Kualitas Udara Waktu Nyata dengan Metode Fisika Partikel
Ilmuwan di Afrika Selatan mengadaptasi metode fisika partikel untuk sistem AI_r yang memantau kualitas udara waktu nyata menggunakan sensor murah, IoT, dan kecerdasan buatan. Proyek memasang 500 sensor di Sedibeng tahun depan dan mendapat dukungan internasional.