Laporan PBB yang diluncurkan oleh WHO dan UNICEF menggambarkan kebutuhan dan kesenjangan global untuk teknologi asistif. Saat ini diperkirakan 2,5 miliar orang membutuhkan satu atau lebih produk asistif, dan angka ini bisa naik menjadi 3,5 miliar pada 2050 karena penuaan populasi dan penyakit tidak menular.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan menghalangi akses ke alat yang mengubah hidup adalah pelanggaran hak asasi dan juga pandangan ekonomi yang sempit. Laporan mendorong pemerintah, industri, dan masyarakat sipil untuk mendanai dan memprioritaskan akses serta memasukkannya ke dalam cakupan layanan kesehatan universal.
Akun pribadi menunjukkan dampak nyata. Almah Kuambu kehilangan anggota tubuh bagian bawah saat kecil dan menunggu hampir setahun sebelum mendapat kaki palsu, yang mengubah hidupnya. Anna Kwemeling berhenti bekerja setelah kehilangan kaki dan harus menabung untuk biaya perjalanan dan akomodasi ke Port Moresby karena layanan lokal tidak tersedia. UNICEF juga menyebut ada 240 juta anak dengan satu atau lebih disabilitas.
Kata-kata sulit
- teknologi asistif — alat dan sistem yang bantu kegiatan sehari-hari
- produk asistif — barang yang membantu fungsi atau mobilitas seseorang
- penuaan populasi — bertambahnya jumlah orang tua dalam suatu masyarakat
- penyakit tidak menular — penyakit yang tidak berpindah antar orang
- pelanggaran — tindakan yang melawan aturan atau hak orang
- hak asasi — kebebasan dan hak dasar setiap manusia
- memprioritaskan — memberi perhatian atau dana terlebih dahulu pada sesuatu
- disabilitas — kondisi yang membatasi kemampuan melakukan aktivitas
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana akses ke teknologi atau produk asistif dapat mengubah hidup seseorang? Beri contoh singkat dari teks.
- Menurut laporan, tindakan apa yang disarankan untuk pemerintah, industri, dan masyarakat sipil untuk meningkatkan akses?
- Apa kesulitan yang dialami Almah dan Anna karena layanan lokal tidak tersedia?
Artikel terkait
RSV dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang
Penelitian menemukan bahwa orang dewasa yang dirawat karena RSV sering mengalami keluhan berbulan-bulan setelah keluar rumah sakit, termasuk sesak napas dan kesulitan aktivitas. Studi menekankan pencegahan melalui vaksinasi dan kebutuhan perawatan lanjutan.