Anvisa menyetujui vaksin Butantan-DV pada 26 November untuk orang usia 12 sampai 59 tahun. Vaksin ini hanya perlu satu dosis, sehingga memudahkan pemberian di komunitas terpencil seperti wilayah Amazon.
Uji akhir melibatkan 16,000 relawan dan menunjukkan efektivitas keseluruhan 74.7% serta 91.6% terhadap penyakit parah. Data terbaru juga melaporkan 100% efektivitas terhadap rawat inap. Institut Butantan mengatakan lebih dari 1 juta dosis siap dan vaksin akan dimasukkan ke Program Imunisasi Nasional pada awal 2026. Produksi akan dilakukan bersama WuXi Vaccines dengan target 60 juta dosis selama dua tahun. Anvisa masih menilai bukti untuk wanita hamil, orang dengan kekebalan terganggu, dan lansia.
Kata-kata sulit
- vaksin — obat untuk mencegah penyakit dengan suntikan
- dosis — jumlah obat atau vaksin yang diberikan sekali
- relawan — orang yang ikut uji coba secara sukarela
- efektivitas — ukur seberapa baik obat atau vaksin bekerja
- penyakit parah — penyakit dengan gejala yang sangat serius
- rawat inap — perawatan di rumah sakit dengan pasien tinggal
- terpencil — lokasi jauh dari kota dan layanan kesehatan
- lansia — orang tua yang berumur lebih tua
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda lebih suka vaksin satu dosis? Mengapa?
- Bagaimana menurut Anda vaksin satu dosis bisa membantu daerah terpencil?
- Apakah Anda atau orang yang Anda kenal termasuk lansia yang perlu vaksin? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Antibodi Tambahan Bisa Perkuat Vaksin Influenza
Penelitian baru menemukan bahwa menambahkan antibodi tertentu—termasuk terhadap neuraminidase dan bagian HA—dapat membuat vaksin influenza lebih kuat dan mengurangi penularan. Studi ini mengikuti rumah tangga di Nicaragua dan dipublikasikan di Nature Communications.
Paparan Ayah terhadap Mikroplastik Pengaruhi Keturunan
Penelitian pada tikus menemukan bahwa paparan ayah terhadap mikroplastik terkait gangguan metabolik pada keturunan, terutama pada betina. Peneliti menghubungkan efek ini dengan perubahan RNA kecil di sperma yang dianalisis dengan PANDORA-seq.