Penelitian menunjukkan bahwa menambah jenis antibodi tertentu ke vaksin dapat membuat perlindungan lebih kuat dan juga mengurangi seberapa banyak orang yang menularkan virus influenza. Jenis antibodi yang dibahas meliputi antibodi terhadap neuraminidase (NA) serta bagian kepala dan tangkai hemaglutinin (HA head dan HA stalk).
Tim peneliti mengikuti rumah tangga selama tiga musim influenza (2014, 2016, 2017). Hampir semua peserta jarang divaksinasi, sehingga peneliti bisa melihat kekebalan yang muncul setelah infeksi. Hasil ini dipublikasikan di Nature Communications dan didanai oleh NIH.
Kata-kata sulit
- antibodi — protein yang melawan infeksi di dalam tubuh
- neuraminidase — protein pada permukaan virus influenza
- hemaglutinin — protein di permukaan virus yang membantu masuk sel
- tangkai — bagian panjang dari protein virus
- divaksinasi — mendapat vaksin untuk mencegah penyakit
- kekebalan — perlindungan tubuh terhadap penyakit atau infeksi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurut Anda mengikuti rumah tangga penting untuk penelitian influenza?
- Apakah Anda pernah divaksinasi influenza? Mengapa ya atau tidak?
Artikel terkait
Risiko penyakit jantung terkait patah tulang pada wanita pascamenopause
Sebuah studi menemukan hubungan antara risiko kardiovaskular dan patah tulang pada wanita pascamenopause. Penelitian menggunakan skor PREVENT (2024) pada lebih dari 21,000 peserta dan melaporkan hubungan paling kuat untuk patah pinggul.
Merokok kanabis dan diet olahan tingkatkan risiko masalah jantung
Studi laboratorium menemukan merokok hemp (kanabis) dapat melemahkan jantung dan risikonya lebih besar jika orang makan banyak makanan olahan tinggi minyak biji. Kombinasi itu juga melemahkan sistem kekebalan dan perbaikan tubuh.
Banyak Pengunjung Taman Tidak Siap di Jalur Alam
Cuaca hangat membuat lebih banyak orang ke taman dan jalur. Studi di Taman Nasional Rocky Mountain menemukan banyak pendaki dan pelari tidak membawa perlengkapan darurat yang diperlukan dan menyarankan pendidikan serta strategi pencegahan.
Bayi dari Keluarga Berpendapatan Rendah Lebih Sering Lahir Kecil
Penelitian AS menganalisis 380,000 kelahiran antara 2012 dan 2022 dan menemukan bayi dari keluarga berpendapatan rendah lebih sering lahir terlalu kecil atau prematur. Para peneliti memperingatkan penutupan PRAMS CDC pada musim semi 2025 dapat mengurangi data penting.