Penelitian dipimpin oleh Heather Stapleton, kimiawan lingkungan di Duke University, dan dipublikasikan dalam Environmental Science & Technology Letters. Penelitian ini melihat bahan kimia pada pakaian tugas yang dipakai pemadam kebakaran.
PFAS adalah kelompok bahan kimia yang membuat kain tahan air dan minyak. PFAS telah dikaitkan dengan kanker, penyakit tiroid, dan masalah perkembangan saraf. Karena kekhawatiran itu, banyak produsen mulai menghentikan penggunaan PFAS.
Stapleton dan tim menganalisis perlengkapan yang dibuat antara 2013 dan 2020 serta perlengkapan baru dari 2024 yang diklaim tidak diberi perlakuan PFAS. Mereka menemukan PFAS pada perlengkapan lama, dan hanya jejak pada perlengkapan 2024 yang mungkin berasal dari lingkungan. Namun semua perlengkapan mengandung BFR, dengan tingkat tertinggi pada perlengkapan baru.
Kata-kata sulit
- penelitian — studi ilmiah untuk mencari data
- kimiawan — ahli yang mempelajari zat dan reaksi
- produsen — perusahaan yang membuat barang untuk dijual
- menghentikan — memberi akhir pada suatu kegiatan atau penggunaan
- perlakuan — cara atau proses memberi sesuatu pada benda
- jejak — sedikit sisa atau bukti dari sesuatu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah penting perlengkapan pemadam kebakaran bebas bahan berbahaya? Mengapa?
- Bagaimana menurut Anda produsen bisa memastikan perlengkapan lebih aman?
- Tindakan sederhana apa yang bisa mengurangi paparan bahan kimia pada pekerja?
Artikel terkait
Senegal luncurkan respons nasional terhadap wabah RVF
Senegal meluncurkan respons nasional lintas sektor pada 20 October di Dakar untuk menghadapi wabah demam Lembah Rift. Pemerintah meningkatkan pengawasan, vaksinasi ternak, pengendalian nyamuk, dan upaya diagnostik di wilayah terdampak.
Pemimpin Penelitian Afrika Dorong Kontrol Lokal atas RD&I Kesehatan
Pemimpin penelitian Afrika meminta pengendalian regional atas penelitian dan pengembangan kesehatan. Mereka menyorot penurunan bantuan sejak 2021 dan mendorong pembiayaan, kapasitas produksi vaksin, serta kebijakan regional untuk membuka pasar.