Peneliti menguji program virtual yang menggabungkan pola makan dan olahraga untuk pasien limfoma yang menerima kemoterapi. Program memberi pembinaan mingguan online oleh ahli gizi dan fisiolog olahraga. Sesi disesuaikan untuk kebutuhan masing-masing pasien.
Dalam studi, pasien dibagi ke dua kelompok: satu mendapat akses program dan satu lagi menunggu. Banyak pasien mendaftar dan hadir pada sesi. Peserta yang mengikuti program melaporkan gejala yang lebih sedikit dan menunjukkan hasil performa fisik lebih baik dibanding kelompok menunggu.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan studi atau penelitian
- menggabungkan — menyatukan dua hal menjadi satu
- pola makan — cara seseorang biasa memilih dan makan makanan
- pembinaan — bimbingan atau dukungan untuk belajar
- fisiolog olahraga — ahli yang mempelajari tubuh saat berolahraga
- disesuaikan — diubah agar cocok dengan kebutuhan
- gejala — tanda atau rasa yang menunjukkan penyakit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu program online seperti ini berguna untuk pasien? Mengapa?
- Jika kamu atau keluarga mendapat kemoterapi, apakah kamu mau ikut program ini? Jelaskan singkat.
- Menurutmu bagian mana yang penting: pola makan atau olahraga? Beri alasan singkat.
Artikel terkait
Pola Makan Tradisional Afrika Kurangi Peradangan
Studi gabungan menemukan bahwa beralih ke pola makan tradisional Afrika menurunkan peradangan dan memperkuat respons kekebalan, sedangkan pola makan Barat meningkatkan peradangan. Hasil ini relevan untuk kenaikan penyakit tidak menular di Sub-Sahara Afrika.
PAHO Terbitkan Panduan untuk Mengobati Tungiasis
PAHO menerbitkan panduan berbasis bukti untuk pengobatan tungiasis. Panduan merekomendasikan dimethicone viskositas rendah, menentang pencabutan manual tidak aseptik, dan mengingatkan perlunya tindakan klinis, komunitas, dan lingkungan.
Tagatose: gula langka yang dibuat dari glukosa oleh bakteri
Peneliti Tufts mengembangkan cara membuat tagatose, pemanis mirip gula, dengan merekayasa bakteri Escherichia coli. Metode ini menggunakan enzim baru dari jamur lendir dan menghasilkan tagatose lebih efisien, serta aman menurut otoritas kesehatan.