Mammogram dianjurkan untuk wanita berusia lebih dari 40 tahun, namun ultrasound dan pemeriksaan lain sering kurang jelas pada wanita dengan jaringan payudara yang padat. Jaringan padat menyebabkan hamburan suara yang menimbulkan "acoustic clutter" atau gangguan akustik, sehingga kista berisi cairan yang semestinya tampak hitam bisa muncul abu-abu dan keliru dinilai sebagai massa padat yang mungkin kanker.
Peneliti dari Johns Hopkins melaporkan metode pemrosesan sinyal ultrasound baru yang berbasis koherensi: alih-alih hanya menggunakan amplitudo sinyal untuk gambar abu-abu, putih, dan hitam, sistem ini mengukur seberapa mirip sinyal dengan tetangganya. Pendekatan itu menghasilkan citra lebih bersih, mengurangi penampakan palsu akibat clutter, dan memberi skor numerik untuk setiap massa; hanya skor di atas ambang yang dianggap mengkhawatirkan. Menurut penulis, penggabungan tampilan visual dan skor angka memberi peningkatan terbesar.
Dalam uji pada 132 pasien, dokter mengidentifikasi massa dengan benar 96% kasus menggunakan metode baru, dibanding 67% dengan peralatan konvensional. Rekan penulis juga mencatat potensi pengurangan hasil positif palsu, pemeriksaan lanjutan, dan biopsi. Tim menyebutkan bahwa metode ini bisa dikombinasikan dengan kecerdasan buatan untuk mempercepat keputusan pada kunjungan awal, dan Bell berharap teknologi ini suatu hari dapat dipakai di rumah. Hasil dipublikasikan di Radiology Advances dan didukung oleh dana federal (NIH). Sumber: Johns Hopkins University.
Kata-kata sulit
- mammogram — foto rontgen khusus untuk memeriksa payudara
- gangguan akustik — gangguan suara yang menimbulkan gambar salah
- koherensi — tingkat kesamaan antara sinyal berdekatan
- amplitudo — ukuran kuatnya gelombang atau sinyal
- citra — gambar medis yang dihasilkan dari pemeriksaan
- skor — angka penilaian untuk menunjukkan tingkat kekhawatiran
- kecerdasan buatan — sistem komputer yang meniru kemampuan manusia
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana penggabungan citra visual dan skor numerik dapat membantu keputusan klinis pada kunjungan awal?
- Apa keuntungan dan risiko jika teknologi ini dapat dipakai di rumah oleh pasien?
- Bagaimana penggunaan kecerdasan buatan mungkin mempercepat atau mengubah proses diagnosis menurut artikel?
Artikel terkait
Studi: COVID-19 dan Flu Tinggalkan Perubahan Jangka Panjang
Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa kasus ringan COVID-19 atau influenza dapat menyebabkan perubahan berkepanjangan di paru-paru. Hanya pada COVID-19 ditemukan peradangan otak dan gangguan pada jalur serotonin dan dopamin.
Penelitian: Makanan Ultra-Olah Bisa Bersifat Adiktif seperti Tembakau
Analisis peneliti dari beberapa universitas menyatakan banyak makanan ultra-olahan dirancang untuk mendorong konsumsi berulang dan memiliki kemiripan sifat adiktif dengan produk tembakau. Penelitian ini dipublikasikan di The Milbank Quarterly.