Beberapa organisasi dan peneliti di Amerika Latin memakai kecerdasan buatan untuk memperluas akses informasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi. Di Peru, muncul sebuah chatbot berbahasa lokal yang dikembangkan untuk menjawab pertanyaan dan memberi saran berdasarkan pedoman WHO dan kementerian setempat.
Pada Oktober, organisasi nirlaba Peru meluncurkan platform lain yang bisa diakses lewat WhatsApp, situs web, dan media sosial. Platform ini dilatih dengan data lokal dan internasional yang dianggap akurat, dan menargetkan menjangkau 100.000 remaja pada 2026.
Para ahli menyatakan proyek ini membantu mengurangi hambatan bahasa dan stigma, tetapi juga menimbulkan tantangan seperti keterbatasan data yang beragam, masalah etika, dan kebutuhan pengawasan manusia.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — teknologi komputer yang meniru cara berpikir manusia
- chatbot — program komputer yang bercakap lewat teks
- pedoman — aturan atau panduan untuk tindakan atau keputusan
- nirlaba — organisasi yang tidak mencari keuntungan uang
- melatih — memberi data atau contoh untuk mengajarkan sistemdilatih
- pengawasan — tindakan memeriksa dan mengawasi suatu kegiatan
- hambatan — sesuatu yang membuat akses atau kegiatan sulit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu chatbot berbahasa lokal bisa membantu remaja mendapatkan informasi kesehatan? Mengapa?
- Mengapa pengawasan manusia penting untuk platform yang menggunakan kecerdasan buatan?
Artikel terkait
Kesenjangan Pengetahuan dan Vaksinasi Campak di Departemen Gawat Darurat
Studi UC Riverside menemukan kesenjangan pengetahuan dan cakupan vaksin MMR di pasien yang datang ke departemen gawat darurat. Data dari April–Desember 2024 menunjukkan banyak pasien tidak yakin status vaksinasi dan ada disparitas akses.
Dry January: Istirahat Minum Alkohol Sebulan
Setiap Januari jutaan orang mengikuti Dry January dan berhenti minum alkohol selama 31 hari. Orang ikut karena alasan kesehatan, dukungan komunitas lewat media sosial, dan tujuan yang jelas, tapi ada juga kekhawatiran dan saran profesional.