- Organisasi menggunakan kecerdasan buatan untuk memberikan informasi kesehatan.
- Mereka memberi informasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi.
- Tujuan utama adalah membantu anak muda dan kelompok terpinggirkan.
- Beberapa proyek membuat sistem percakapan dan layanan digital lokal.
- Informasi disusun menurut pedoman kesehatan yang terpercaya.
- Alat dapat menyarankan konseling oleh tenaga kesehatan manusia.
- Sistem membantu orang yang berbicara bahasa lokal mereka.
- Namun ada masalah seperti akses, data bias, dan stigma.
- Para peneliti berusaha memperbaiki model agar lebih adil.
- Tujuan jangka panjang adalah menjangkau lebih banyak remaja.
Kata-kata sulit
- kecerdasan buatan — program komputer yang meniru cara pikir manusia
- reproduksi — proses tubuh membuat bayi atau sel baru
- terpinggirkan — kelompok yang kurang mendapat dukungan atau layanan
- pedoman — aturan atau panduan untuk bekerja atau bertindak
- konseling — bantuan bicara dari tenaga kesehatan atau ahli
- bias — kesalahan atau ketidakseimbangan dalam data
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah menggunakan layanan digital untuk kesehatan?
- Apakah kamu lebih suka informasi kesehatan dalam bahasa lokal?
- Apakah menurutmu alat harus menyarankan konseling oleh tenaga manusia?
Artikel terkait
Sains warga bantu pantau kesehatan dan SDG
Tinjauan ilmiah menemukan sains warga dapat membantu memantau indikator kesehatan dan kesejahteraan yang terkait SDG dan Target Triple Billion WHO. Studi ini menunjukkan potensi besar, contoh praktik, serta tantangan kualitas dan partisipasi.
Dokter Keluarga di Daerah Pedesaan AS Berkurang Sejak 2017
Kekurangan dokter perawatan primer di Amerika Serikat meningkat sejak 2017, dengan penurunan terbesar di daerah pedesaan. Studi menemukan kehilangan bersih 11% dokter keluarga antara 2017 dan 2023 serta perpindahan orang usia 25–44 ke pedesaan.
AI bantu layanan kesehatan di Sudan
Sistem kesehatan Sudan tertekan setelah hampir dua tahun perang. WHO memperingatkan kekurangan staf dan obat. Pejabat kesehatan mengatakan Sudan mulai memakai kecerdasan buatan untuk membantu perawatan di tempat layanan tradisional tidak lagi menjangkau.