Peneliti melaporkan bahwa memperbaiki kualitas tidur dapat membantu melindungi anak dari beberapa masalah kesehatan mental. Studi dari Georgia Center for Developmental Science di University of Georgia, diterbitkan di Translational Psychiatry, meneliti lebih dari 8.000 anak menggunakan survei dan pencitraan otak.
Hasil menunjukkan kesulitan ekonomi pada usia 10 tahun meramalkan peningkatan risiko pikiran dan percobaan bunuh diri pada usia 11 dan 12 tahun. Anak yang tidur lebih sedikit jam cenderung mengalami kesulitan mengatur emosi, sedangkan konektivitas dalam jaringan default mode tampak mengurangi efek tidur buruk.
Para peneliti menyarankan skrining tidur pada kunjungan pediatrik dan program kesehatan mental berbasis sekolah. Intervensi yang fokus pada tidur bisa menjadi cara praktis untuk membantu kelompok rentan.
Kata-kata sulit
- melindungi — menjaga dari bahaya atau masalah
- pencitraan — membuat gambar bagian dalam tubuh atau otak
- konektivitas — hubungan antara beberapa bagian otak
- skrining — pemeriksaan singkat untuk menemukan masalah
- intervensi — tindakan untuk memperbaiki atau membantu
- rentan — mudah mengalami masalah atau bahaya
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda setuju sekolah harus menyediakan program kesehatan mental? Mengapa?
- Bagaimana tidur yang cukup bisa membantu anak mengatur emosi?
- Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk memperbaiki tidur anak?
Artikel terkait
Penggunaan Zat oleh Remaja AS Tetap Rendah Setelah Pandemi
Survei Monitoring the Future (University of Michigan) menemukan penggunaan sebagian besar zat oleh remaja AS tetap mendekati titik terendah 2021. Ada kenaikan kecil untuk heroin dan kokain, sehingga para peneliti mendesak pemantauan lebih lanjut.
Gagandeep Kang: Vaksin Rotavirus dan Pencegahan Wabah di India
Gagandeep Kang meminta India menyiapkan alat untuk mencegah wabah virus dengan mengembangkan vaksin rotavirus buatan dalam negeri dan memperkuat surveilans. Ia menekankan pentingnya pemerataan vaksin, bukti ilmiah, dan komunikasi sains yang berkelanjutan.
Suntikan lenacapavir di Zimbabwe terancam oleh perselisihan diplomatik
Zimbabwe meluncurkan fase pertama program suntik pencegah HIV dengan lenacapavir dan sudah memberi suntikan pada ribuan orang. Perselisihan diplomatik dengan AS mengancam pasokan dosis lanjutan dan menimbulkan kekhawatiran resistensi obat.