Seorang tim peneliti mengembangkan semprotan berkabut tanpa jarum untuk mengirim antibiotik langsung ke jaringan yang terinfeksi. Metode ini ingin mengobati infeksi yang kebal obat dan mengurangi risiko kerusakan organ yang kadang terjadi saat obat diberikan lewat aliran darah.
Penelitian ini dipimpin oleh Hongmin Sun dari Fakultas Kedokteran Universitas Missouri, dengan bantuan mitra industri. Tim menguji semprotan itu pada infeksi Staphylococcus aureus resisten metisilin (MRSA). Perangkat berhasil mengantarkan vancomycin ke jaringan yang terinfeksi tanpa efek samping khas seperti kerusakan ginjal. Para peneliti berharap teknologi ini membantu perawatan luka sulit, seperti ulkus kaki diabetik atau tentara yang terluka di medan perang.
Kata-kata sulit
- semprotan — cara menyebarkan cairan dalam butiran halussemprotan berkabut
- antibiotik — obat untuk membunuh atau menghentikan bakteri
- jaringan — kumpulan sel yang membentuk bagian tubuh
- resisten — tidak mudah dipengaruhi atau dilawan oleh obat
- efek samping — reaksi yang tidak diinginkan dari pemakaian obat
- ulkus — luka terbuka pada kulit, sering pada kakiulkus kaki diabetik
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu mengirim obat langsung ke jaringan bisa mengurangi risiko kerusakan organ?
- Apakah kamu pernah melihat atau merawat luka yang sulit sembuh? Ceritakan singkat pengalamanmu.
- Teknologi ini diharapkan membantu pasien dengan ulkus kaki diabetik. Menurutmu, apakah itu penting? Mengapa?
Artikel terkait
Nanopartikel bantu sel punca tingkatkan mitokondria
Para peneliti di Texas A&M University menggunakan nanopartikel berbentuk bunga (nanoflowers) untuk membuat sel punca menghasilkan lebih banyak mitokondria dan mentransfernya ke sel yang menua atau rusak, sehingga memulihkan energi seluler.