LingVo.club
Level
H5N1 pada sapi perah dan mamalia lain — Level B2 — a cow standing in a field

H5N1 pada sapi perah dan mamalia lainCEFR B2

10 Des 2025

Diadaptasi dari Dave Roepke-Iowa State, Futurity CC BY 4.0

Foto oleh Peter Hoogmoed, Unsplash

Level B2 – Menengah-atas
5 mnt
257 kata

Wabah H5N1 yang sangat patogen telah menyerang lebih dari 184 juta unggas ternak sejak 2022 dan, setelah menyebar ke sapi perah pada musim semi 2024, mencapai lebih dari 1.000 kawanan sapi perah pemerah. Penyebaran ke mamalia memicu penelitian tentang kemungkinan penularan lintas spesies dan adaptasi virus.

Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Dairy Science meneliti jaringan kelenjar mamari dari babi, domba, kambing, sapi potong, alpaka, dan manusia. Tim peneliti, termasuk ilmuwan dari ISU College of Veterinary Medicine dan National Animal Disease Center USDA di Ames, menemukan bahwa jaringan-jaringan ini mengandung reseptor asam sialat. Asam sialat adalah gula pada permukaan sel yang digunakan virus influenza untuk menempel dan memasuki sel.

Semua jaringan yang diperiksa memiliki reseptor yang disukai oleh influenza burung dan influenza musiman manusia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa berbagai tipe influenza bisa bercampur (reassortment) dan beradaptasi lintas spesies, yang dapat meningkatkan risiko varian berbahaya. Studi sebelumnya oleh tim yang sama juga menemukan kadar asam sialat yang tinggi pada ambing sapi perah, yang membantu menjelaskan penyebaran cepat di antara kawanan.

Hanya beberapa infeksi H5N1 sporadis yang dilaporkan sejauh ini pada hewan-hewan yang diperiksa, dan beberapa spesies belum diuji secara luas. Di kawanan sapi perah yang terinfeksi, sapi sakit dapat memproduksi susu yang mengandung virus. USDA melakukan pengawasan nasional dengan pengujian sampel susu sapi mentah, dan pasteurisasi membunuh virus sehingga susu yang dijual di toko dianggap aman. Para penulis menekankan perlunya pengawasan yang ditingkatkan dan upaya membatasi penyebaran untuk mengurangi risiko adaptasi berbahaya lebih lanjut.

  • Spesies yang diuji: babi, domba, kambing, sapi potong, alpaka, manusia.

Kata-kata sulit

  • patogenorganisme yang menyebabkan penyakit pada tubuh
  • reseptorbagian pada sel tempat molekul menempel
  • asam sialatgula pada permukaan sel yang dikenali virus
  • kelenjar mamarikelenjar penghasil susu pada mamalia
  • bercampurdua virus saling menukar segmen genetiknya
  • beradaptasiberubah untuk hidup lebih baik di lingkungan baru
  • pengawasankegiatan memantau dan memeriksa keadaan kesehatan hewan
  • pasteurisasiproses pemanasan susu untuk membunuh mikroorganisme berbahaya

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Langkah pengawasan tambahan apa yang menurut Anda penting untuk mengurangi risiko adaptasi virus pada hewan ternak?
  • Bagaimana temuan adanya reseptor pada jaringan mamari dapat mempengaruhi praktik peternakan dan keamanan makanan?
  • Perlukah pengujian yang lebih luas pada spesies lain? Jelaskan alasan Anda dengan merujuk pada teks.

Artikel terkait