Sampah makanan semakin banyak dan jadi masalah lingkungan. Sekelompok ilmuwan merancang bioreaktor skala kecil yang memakai lalat tentara hitam untuk menguraikan sisa makanan. Tujuannya adalah membuat alternatif lokal dan berbiaya rendah dibanding fasilitas industri besar.
Larva lalat kaya protein dan dapat dipakai sebagai pakan unggas dan ikan. Produk utama lain adalah frass, kotoran serangga, yang berfungsi sebagai pupuk untuk tanah dan membantu tanaman melawan penyakit. Sistem ini bisa dibangun dari bahan siap pakai dan dipelihara oleh satu orang dengan perawatan sederhana.
Saat merawat, pengguna menambah air dan serpihan kayu serta memantau suhu dan pH. Jika terlalu basah, bakteri anaerob dapat muncul dan merusak larva, namun penyesuaian kecil mengembalikan keseimbangan.
Kata-kata sulit
- bioreaktor — alat atau wadah untuk memproses bahan biologis
- menguraikan — memecah bahan jadi bagian lebih kecil
- larva — bentuk muda serangga sebelum menjadi dewasa
- frass — kotoran atau sisa serangga yang jadi pupuk
- anaerob — mikroorganisme yang hidup tanpa oksigen
- keseimbangan — keadaan seimbang antara dua atau lebih faktor
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu mau merawat sistem seperti ini di rumah? Mengapa atau mengapa tidak?
- Bagaimana menurutmu frass bisa membantu tanaman di halaman atau kebun?
- Apa yang akan kamu lakukan jika sistem menjadi terlalu basah?
Artikel terkait
Filter nanofiber yang menangkap CO2 di dalam gedung
Para peneliti mengembangkan filter udara berbahan nanofiber karbon yang menangkap karbon dioksida di dalam bangunan. Filter ini kompatibel dengan sistem HVAC, bisa dipakai ulang, dan berpotensi menurunkan penggunaan energi dan emisi.
Masalah Operasi Menghambat Energi Terbarukan di Republik Dominika
Republik Dominika menambah energi terbarukan namun masalah operasi jaringan menyebabkan pemborosan dan meningkatkan penggunaan bahan bakar fosil. Pemerintah menyatakan darurat dan ada pembatasan produksi yang besar pada 2025.
Masyarakat Adat Minta Perlindungan Hutan di COP30
Di COP30 di Belém, masyarakat adat dan komunitas lokal menuntut perlindungan hutan, pengakuan hak wilayah, dan akses langsung ke pembiayaan iklim. Tuntutan itu muncul setelah laporan GATC dan Earth Insight memetakan ancaman ekstraksi industri.