Sampah makanan semakin banyak dan jadi masalah lingkungan. Sekelompok ilmuwan merancang bioreaktor skala kecil yang memakai lalat tentara hitam untuk menguraikan sisa makanan. Tujuannya adalah membuat alternatif lokal dan berbiaya rendah dibanding fasilitas industri besar.
Larva lalat kaya protein dan dapat dipakai sebagai pakan unggas dan ikan. Produk utama lain adalah frass, kotoran serangga, yang berfungsi sebagai pupuk untuk tanah dan membantu tanaman melawan penyakit. Sistem ini bisa dibangun dari bahan siap pakai dan dipelihara oleh satu orang dengan perawatan sederhana.
Saat merawat, pengguna menambah air dan serpihan kayu serta memantau suhu dan pH. Jika terlalu basah, bakteri anaerob dapat muncul dan merusak larva, namun penyesuaian kecil mengembalikan keseimbangan.
Kata-kata sulit
- bioreaktor — alat atau wadah untuk memproses bahan biologis
- menguraikan — memecah bahan jadi bagian lebih kecil
- larva — bentuk muda serangga sebelum menjadi dewasa
- frass — kotoran atau sisa serangga yang jadi pupuk
- anaerob — mikroorganisme yang hidup tanpa oksigen
- keseimbangan — keadaan seimbang antara dua atau lebih faktor
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu mau merawat sistem seperti ini di rumah? Mengapa atau mengapa tidak?
- Bagaimana menurutmu frass bisa membantu tanaman di halaman atau kebun?
- Apa yang akan kamu lakukan jika sistem menjadi terlalu basah?
Artikel terkait
Dua Sistem Terinspirasi Alam untuk Menjaga Panel Surya dari Debu
Peneliti Mesir mengembangkan dua sistem terinspirasi alam untuk membersihkan debu gurun dari panel surya. Satu sistem pakai getaran listrik dan lapisan nano, dan satu lagi digerakkan angin; uji lapang menunjukkan pengurangan kehilangan output.
Senegal luncurkan respons nasional terhadap wabah RVF
Senegal meluncurkan respons nasional lintas sektor pada 20 October di Dakar untuk menghadapi wabah demam Lembah Rift. Pemerintah meningkatkan pengawasan, vaksinasi ternak, pengendalian nyamuk, dan upaya diagnostik di wilayah terdampak.