Penelitian yang dipublikasikan di PLOS One menemukan bahwa mikroplastik dapat memengaruhi pengukuran karbon di laut. Para peneliti menggunakan alat analitik yang biasa dipakai untuk mengukur karbon dalam air dan sedimen. Mereka menghitung kontribusi karbon dari kontaminan mikroplastik dan dari materi organik sedimen.
Hasilnya menunjukkan karbon dari plastik yang dibakar dapat tampak sama dengan karbon dari bahan organik alami. Dengan demikian, ketika ilmuwan mengukur sampel, karbon plastik dapat tercatat seolah berasal dari materi hidup atau yang pernah hidup. Para penulis memperingatkan hal ini mungkin secara tidak sengaja memengaruhi banyak pengukuran sebelumnya.
Studi juga mencatat bagaimana mikroplastik masuk ke sampel: misalnya mikrofiber dari pakaian dan partikel dari peralatan pengambilan, penyimpanan, atau pengolahan. Mereka menekankan perlunya menilai kembali praktik terbaik untuk memproses sampel materi organik agar hasil analisis karbon lebih akurat.
Kata-kata sulit
- mikroplastik — potongan plastik sangat kecil di lingkungan
- sedimen — lapisan tanah atau partikel yang mengendap
- kontaminan — bahan yang mencemari dan tidak diinginkan
- materi organik — bahan dari organisme hidup atau sisa-sisa
- sampel — bagian kecil yang diambil untuk analisis
- pengambilan — tindakan mengambil contoh atau sampel
- pengolahan — proses atau langkah mempersiapkan sampel
- memengaruhi — membuat sesuatu berubah atau memiliki pengaruh
- praktik terbaik — cara kerja yang disarankan untuk hasil lebih baik
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda sampel di laboratorium di tempat Anda bisa terkontaminasi oleh mikroplastik? Jelaskan mengapa atau mengapa tidak.
- Langkah apa yang bisa dilakukan peneliti untuk mengurangi kontaminasi mikroplastik saat mengambil sampel?
- Bagaimana hasil studi ini dapat mengubah cara kita menilai data tentang karbon di laut?
Artikel terkait
Laporan: Dunia Memasuki Era "Kebangkrutan Air"
United Nations University (UNU) pada 20 January merilis laporan yang menyatakan dunia telah memasuki era "global water bankruptcy". Laporan memperingatkan banyak sistem air tidak lagi pulih dan menyoroti risiko bagi pangan dan masyarakat.
Paparan PFAS Melemahkan Kekebalan Orang Dewasa
Studi menemukan paparan PFAS lewat air minum terkait dengan produksi antibodi yang lebih rendah saat tubuh menghadapi virus baru. Hasil ini memicu kekhawatiran tentang paparan jangka panjang dan dukungan untuk pengawasan serta regulasi air.