Penambangan Pasir Mengancam Sungai Río Grande di CuicatecCEFR A1
1 Nov 2025
Diadaptasi dari Latin America Bureau, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Marcus Dall Col, Unsplash
- Sungai Río Grande berada di Cuicatec, Oaxaca, selatan Meksiko.
- Ada penambangan pasir dan kerikil skala besar di sana.
- Di dekat San Pedro Chicozapotes sungai selebar sekitar 300 meter.
- Sebuah pohon amate tumbang setinggi setidaknya 25 meter.
- Alat berat menggali, memuat truk, dan bekerja siang malam.
- Warga berkata sungai lebih tercemar dan lebih rusak.
- Otoritas komunitas melaporkan penambangan tak terkendali sejak 2019.
- Warga berkumpul dan melakukan forum pada 5 April 2025.
Kata-kata sulit
- sungai — Aliran air besar yang mengalir.
- pertambangan — Kegiatan mengambil bahan dari tanah.
- pasir — Butiran kecil dari batuan.
- lingkungan — Semua yang ada di sekitar kita.
- berbahaya — Dapat menyebabkan kerugian atau risiko.
- khawatir — Merasa cemas atau tidak tenang.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa pelindung lingkungan penting?
- Apa yang bisa dilakukan untuk melindungi sungai?
- Bagaimana pertambangan pasir mempengaruhi kehidupan warga?
Artikel terkait
Senegal luncurkan respons nasional terhadap wabah RVF
Senegal meluncurkan respons nasional lintas sektor pada 20 October di Dakar untuk menghadapi wabah demam Lembah Rift. Pemerintah meningkatkan pengawasan, vaksinasi ternak, pengendalian nyamuk, dan upaya diagnostik di wilayah terdampak.
Masyarakat Adat Minta Perlindungan Hutan di COP30
Di COP30 di Belém, masyarakat adat dan komunitas lokal menuntut perlindungan hutan, pengakuan hak wilayah, dan akses langsung ke pembiayaan iklim. Tuntutan itu muncul setelah laporan GATC dan Earth Insight memetakan ancaman ekstraksi industri.
Perempuan dan Imersi Hutan oleh RADD di Kamerun
RADD mengadakan kegiatan imersi hutan untuk perempuan pada 17 November 2025 di Kamerun, bertepatan dengan COP30 di Belém, Brasil (10–21 November 2025). Kegiatan ini ingin menguatkan hubungan perempuan dengan hutan dan solusi iklim lokal.