LingVo.club
Level
Badai Beryl dan Dampaknya pada Perikanan Barbados — Level A2 — a couple of boats that are sitting on the ground

Badai Beryl dan Dampaknya pada Perikanan BarbadosCEFR A2

6 Okt 2025

Diadaptasi dari Guest Contributor, Global Voices CC BY 3.0

Foto oleh Tom Jur, Unsplash

Level A2 – Dasar / Elementer
2 mnt
110 kata

Pada 1 Juli 2024 Badai Beryl, sebuah badai Kategori 4, menghantam Barbados. Badai merusak perahu, pemecah gelombang, dan alat pengumpul ikan sehingga hasil tangkapan berkurang. Pedagang pasar kehilangan penghasilan karena banyak perahu rusak atau tenggelam. Perikanan skala kecil penting bagi pekerjaan, ekonomi, dan ketahanan pangan di pulau itu.

Beberapa bulan setelah badai, 54 orang di sektor perikanan diwawancarai. Survei ini bagian dari mata kuliah Level 3 Biologi Perikanan di UWI Cave Hill. Para peserta meminta perbaikan pada pemecah gelombang, restorasi terumbu karang, bantuan keuangan, peralatan, perahu yang lebih kuat, dan fasilitas penyimpanan yang tahan badai. Proyek P507109 oleh Bank Dunia dan dukungan dari UNDP serta pemerintah Jepang membantu upaya pemulihan.

Kata-kata sulit

  • badaiCuaca buruk dengan angin kencang.
  • perahuKendaraan di atas air.
  • nelayanOrang yang menangkap ikan.
  • pencaharianCara untuk mendapatkan uang.
  • pemulihanProses memperbaiki sesuatu kembali.
  • kembaliBergerak lagi ke tempat asal.
  • lingkunganSemua yang ada di sekitar kita.

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana dampak badai terhadap masyarakat lokal?
  • Mengapa penting untuk membangun kembali sektor perikanan?
  • Apa saja solusi lain yang bisa membantu pemulihan lingkungan?
  • Bagaimana cara kita mendukung nelayan setelah bencana?

Artikel terkait

India Batasi Visa Warga Bangladesh — Level A2
16 Jan 2026

India Batasi Visa Warga Bangladesh

Setelah pergolakan politik Agustus 2024 dan penggulingan Sheikh Hasina, India memperketat pemberian visa. Pembatasan itu mengurangi kunjungan warga Bangladesh, menimbulkan kerugian ekonomi di Kolkata dan anjloknya pariwisata medis.