Kerusakan Lingkungan di Gaza dan Tantangan RekonstruksiCEFR B2
6 Nov 2025
Diadaptasi dari Guest Contributor, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Emad El Byed, Unsplash
Gencatan senjata yang ditandatangani membuka peluang bagi bantuan kemanusiaan dan memindahkan fokus internasional ke pembangunan kembali Gaza. Masum Mahbub, CEO Human Concern USA, menilai kehancuran ini sebagai salah satu bencana lingkungan terparah di abad ke-21, dan menggambarkannya sebagai tindakan sistematis yang menyerupai ekosida.
Mahbub merinci dampak langsung: lingkungan diratakan, tanah diracuni, air dan udara tercemar. Hampir 70 persen lahan pertanian lenyap, kebun zaitun ditebang, jaringan pipa air hancur, dan semua lima instalasi pengolahan air limbah rusak. Memompa air laut ke terowongan bawah tanah berisiko meracuni akuifer utama yang menjadi sumber air minum bagi lebih dari dua juta orang. Bom yang mengenai panel surya atap memutus pasokan listrik mandiri untuk rumah dan rumah sakit.
Konflik juga meninggalkan jejak karbon besar: dalam 60 hari pertama pertempuran diperkirakan menghasilkan 281,000 ton metrik CO₂, dengan lebih dari 99 persen emisi tersebut dikaitkan dengan operasi udara dan darat Israel. Rekonstruksi sekitar 100,000 bangunan yang hancur diperkirakan dapat melepaskan tambahan 30 juta ton metrik CO₂, setara dengan emisi tahunan New Zealand.
Mahbub mengaitkan kerusakan lingkungan dengan ketidakamanan pangan: pertanian hancur, 70 persen armada penangkap ikan dilenyapkan, dan sumber air tercemar oleh 130,000 meter kubik limbah mentah per hari. Ia juga memperingatkan tentang 37 juta ton puing beracun, amunisi yang belum meledak, serta udara tercemar oleh beton, asbes, dan logam berat, dan puluhan ribu jenazah yang membusuk di bawah reruntuhan—semua ini akan memengaruhi tanah dan air tanah bertahun-tahun ke depan.
Menurutnya, membuat Gaza dapat dihuni lagi membutuhkan upaya global yang fokus pada restorasi ekologis mendalam, bukan hanya membangun kembali infrastruktur. Ia menyerukan pertanggungjawaban atas apa yang disebutnya ekosida dan genosida, dan menegaskan bahwa dekontaminasi lingkungan harus menjadi bagian utama rekonstruksi untuk memulihkan air, tanah, dan kesehatan publik.
Kata-kata sulit
- ekosida — kerusakan lingkungan besar yang disengaja
- dekontaminasi — penghilangan atau netralisasi zat berbahaya
- akuifer — lapisan tanah yang menyimpan air bawah tanah
- jejak karbon — jumlah emisi gas rumah kaca dari kegiatan
- rekonstruksi — membangun kembali bangunan dan infrastruktur yang rusak
- restorasi — pemulihan kondisi lingkungan ke keadaan lebih baikrestorasi ekologis
- pertanggungjawaban — tanggung jawab hukum atau moral atas tindakan
- puing — potongan bahan dan reruntuhan setelah kehancuran
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda seharusnya prioritas antara pembangunan kembali infrastruktur dan dekontaminasi lingkungan? Jelaskan alasan.
- Sebutkan dua dampak jangka panjang pencemaran air dan tanah bagi kehidupan sehari-hari penduduk Gaza.
- Langkah apa yang bisa diambil secara global untuk mengurangi emisi saat rekonstruksi besar-besaran? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Filter Rokok Melepaskan Mikroplastik ke Air
Peneliti menemukan bahwa puntung rokok melepaskan banyak mikroserat plastik ke air, baik segera maupun dalam beberapa hari. Mereka memperkirakan jumlah besar masuk ke perairan New York dan menyarankan tempat sampah serta saringan untuk mengurangi pelepasan.
Aktivis Perifer São Paulo Kirim Usulan ke COP30
Kelompok aktivis perifer São Paulo menyusun surat berisi sekitar 30 usulan untuk COP30 (10–21 November 2025) di Belém. Dokumen ini ditandatangani 50 kolektif dan 1.000 pemimpin komunitas dan menyoroti perumahan, sampah, dan pendidikan lingkungan.
Dana Adaptasi Iklim di Afrika Menunjukkan Hasil
Laporan GHS dan Komisi Uni Afrika menemukan bahwa pembiayaan adaptasi iklim yang ditargetkan menghasilkan hasil terukur di beberapa negara Afrika, termasuk proyek di Benin, Ethiopia, dan Namibia. Studi mencatat perbaikan infrastruktur, hasil pertanian, dan peningkatan partisipasi perempuan.
Krisis Air dan Properti di Guanacaste, Costa Rica
Guanacaste di Costa Rica mengalami tekanan dari pembangunan pesisir dan kekurangan air. Laporan Maret 2026 menunjukkan penurunan kualitas air, sementara konflik lokal dan pengambilan air berlebihan meningkat di beberapa kawasan pantai.
Pakistan: Usia Nikah 18 dan Tantangan Perkawinan Anak di Punjab
Parlemen Pakistan mengesahkan undang-undang pada Mei 2025 yang menetapkan usia nikah 18 tahun dan memberi denda serta hukuman. Namun perkawinan anak masih umum di Selatan Punjab, seperti kasus Zunaira yang berumur 14 tahun.