LingVo.club
📖+20 XP
🎧+15 XP
+25 XP
Pengungsi di Kyaka II Ubah Limbah Jadi Briket — Level A2 — A woman and child are working together.

Pengungsi di Kyaka II Ubah Limbah Jadi BriketCEFR A2

17 Jul 2025

Diadaptasi dari Esther Nakkazi, SciDev CC BY 2.0

Foto oleh Lisa Marie Theck, Unsplash

Level A2 – Dasar / Elementer
2 mnt
83 kata

Sebuah perusahaan sosial bernama Live in Green, yang didirikan oleh pengungsi Solomon Bhaghabhonerano, mengubah sisa makanan dan sisa tanaman menjadi briket untuk memasak. Briket dibuat dari bahan seperti tongkol jagung, kulit pisang, dan serbuk gergaji. Proyek ini juga menjalankan pembibitan pohon dan membuat tungku masak untuk komunitas.

Awalnya pembibitan mulai pada 2016, lalu pada 2021 mereka beralih ke produksi briket. Banyak pengungsi ikut mengumpulkan dan mengolah limbah, sehingga ada pekerjaan baru. Beberapa bantuan dari organisasi lain membantu proyek memperbaiki desain dan memperluas jangkauan.

Kata-kata sulit

  • pengungsiorang yang meninggalkan negaranya karena bahaya
  • briketbentuk padat bahan bakar untuk memasak
  • pembibitantempat atau kegiatan menanam bibit pohon
  • tungku masakperalatan untuk memasak menggunakan api
  • limbahsisa atau buangan yang tidak dipakai lagi
  • mengolahmengubah bahan mentah menjadi produk baru

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Apakah menurutmu membuat briket dari sisa makanan ide yang baik? Mengapa?
  • Pernahkah kamu atau orang di lingkunganmu mengolah limbah menjadi sesuatu yang berguna? Ceritakan singkat.

Artikel terkait

Cerita Hujan dari Desa ke COP30 — Level A2
24 Des 2025

Cerita Hujan dari Desa ke COP30

Emily Wanja Nderitu membawa cerita hujan dari desa-desa Afrika ke konferensi iklim COP30 di Belem. Ia bekerja dengan pencerita dan ilmuwan lewat dua inisiatif untuk membuat cerita lokal berdampak pada kebijakan global.

Darurat Air Meluas di Iran — Level A2
10 Agu 2025

Darurat Air Meluas di Iran

Gelombang panas dan pemadaman listrik memperparah darurat air di Iran. Pemerintah menutup kantor publik di banyak provinsi dan pejabat memperingatkan kemungkinan pengurangan pasokan air dan pemadaman bergilir untuk menghemat energi.