Studi yang dilakukan oleh Mailman School of Public Health, Columbia University dan Chinese Academy of Sciences menunjukkan perubahan iklim dan naiknya CO2 atmosfer dapat menaikkan konsentrasi arsenik anorganik pada butir padi. Arsenik anorganik terbentuk ketika arsenik bergabung dengan unsur non-karbon seperti oksigen atau belerang, dan lebih beracun dibandingkan arsenik organik dari hasil laut.
Para peneliti menemukan bahwa suhu di atas dua derajat, bila dikombinasikan dengan peningkatan CO2, meningkatkan penyerapan arsenik oleh tanaman padi. Lewis Ziska menjelaskan bahwa perubahan kimia tanah akibat iklim membuat arsenik lebih mudah diserap tanaman.
Penelitian ini menguji 28 varietas padi selama sepuluh tahun lewat percobaan lapangan dan pemodelan untuk memperkirakan dosis dan risiko kesehatan di beberapa negara Asia. Tim merekomendasikan pembibitan padi rendah arsenik, perbaikan pengelolaan tanah, praktik pengolahan beras, serta edukasi dan pemantauan paparan.
Kata-kata sulit
- konsentrasi — jumlah suatu zat dalam volume atau massa
- arsenik anorganik — bentuk logam beracun tanpa ikatan karbon
- penyerapan — masuknya zat ke dalam tanaman atau bahan
- varietas — jenis tanaman atau strain yang berbeda
- pemodelan — pembuatan model untuk memperkirakan hasil atau data
- pengelolaan — cara mengatur dan merawat sumber atau lahan
- pembibitan — proses menanam dan memilih bibit tanaman
- paparan — kontak atau terkena suatu zat atau bahaya
- edukasi — kegiatan memberi informasi dan pengajaran kepada orang
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda pemerintah perlu meningkatkan pemantauan paparan arsenik pada beras di negara Anda? Mengapa?
- Bagaimana pengelolaan tanah bisa membantu mengurangi penyerapan arsenik oleh padi menurut isi teks?
- Apakah Anda akan mengubah cara memilih atau mengolah beras setelah membaca artikel ini? Jelaskan alasan singkat.
Artikel terkait
Tes darah dengan piRNA prediksi kelangsungan hidup lansia
Penelitian menemukan bahwa molekul kecil bernama piRNA dalam darah dapat memprediksi kemungkinan bertahan hidup dua tahun pada orang berusia lanjut. Temuan ini berasal dari analisis sampel darah dan dipublikasikan di jurnal Aging Cell.
Tinggal di Kota Terkait Risiko Stroke Lebih Rendah
Penelitian di AS mengikuti lebih dari 25.000 orang dewasa dan menemukan risiko stroke pertama 2,5% lebih rendah di daerah dengan pembangunan lebih tinggi. Studi memakai data REGARDS dan data satelit untuk mengukur intensitas pembangunan sekitar hunian.