Sebuah studi yang dipimpin oleh Michael Golding dari Texas A&M University menemukan bahwa konsumsi rutin antioksidan dosis tinggi dapat merusak DNA sperma dan menyebabkan perubahan bentuk tengkorak serta wajah pada keturunan. Penelitian ini dipublikasikan di Frontiers in Cell and Developmental Biology dan dilakukan menggunakan model tikus.
Tim meneliti dua antioksidan yang sering dipakai, N-acetyl-L-cysteine (NAC) dan selenium. Pejantan menerima antioksidan tersebut selama enam weeks sebelum kawin. Anak keturunan menunjukkan perubahan bentuk tengkorak dan jarak mata yang lebih dekat; perubahan ini lebih menonjol pada anak perempuan.
Para peneliti awalnya mengharapkan penurunan stres oksidatif, tetapi dosis tinggi justru menyebabkan ketidakseimbangan dan efek merugikan. Mereka memperingatkan bahwa pria yang mengonsumsi suplemen antioksidan dosis tinggi harus berhati-hati terutama jika merencanakan memiliki anak dalam waktu dekat.
Kata-kata sulit
- antioksidan — zat yang melawan kerusakan akibat oksidasi
- dosis — jumlah obat atau suplemen yang dikonsumsi
- sperma — sel reproduksi pria yang membuahi sel telur
- keturunan — anak atau generasi berikut dari orang atau hewan
- stres oksidatif — kerusakan sel karena molekul oksigen sangat reaktif
- ketidakseimbangan — keadaan tidak seimbang antara dua unsur atau proses
- suplemen — produk tambahan untuk menambah asupan nutrisi
- pejantan — individu jantan pada hewan yang dipakai kawin
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Jika seorang pria sedang mengonsumsi suplemen antioksidan, apa yang menurut Anda sebaiknya dia lakukan jika merencanakan punya anak segera? Jelaskan alasan singkat Anda.
- Bagaimana Anda menilai hasil penelitian pada tikus ketika membayangkan efek yang sama pada manusia? Sebutkan satu alasan mengapa hasilnya bisa sama atau berbeda.
- Apakah artikel ini mempengaruhi pandangan Anda tentang penggunaan suplemen? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Vaksin Demam Berdarah Satu Dosis Disetujui di Brasil
Anvisa menyetujui vaksin Butantan-DV satu dosis untuk usia 12–59 pada 26 November. Uji coba dengan 16.000 relawan menunjukkan efektivitas tinggi; lebih dari 1 juta dosis siap dan vaksin akan masuk Program Imunisasi Nasional awal 2026.
Waktu Hari Memengaruhi Efek Kemoterapi pada Glioblastoma
Penelitian menemukan waktu hari memengaruhi respons glioblastoma terhadap kemoterapi temozolomide. Aktivitas enzim MGMT berubah sepanjang hari, dan waktu biopsi juga dapat memengaruhi penilaian metilasi tumor. Temuan ini mendorong penelitian klinis lanjut pada kronomedisin.
Serangan Udara Mengganggu Universitas dan Riset di Iran
Berbulan-bulan serangan udara merusak banyak universitas dan laboratorium di Iran. UNESCO mengecam tindakan itu, dan para ahli memperingatkan pembelajaran daring tidak bisa menggantikan pelatihan laboratorium serta dapat merusak masa depan ilmuwan muda.