PAHO menerbitkan panduan baru untuk pengobatan tungiasis, penyakit yang disebabkan kutu pasir Tunga penetrans. Kutu ini masuk ke kulit dan menimbulkan nyeri, sensasi terbakar, gatal, serta peradangan pada kaki.
Panduan merekomendasikan dimethicone viskositas rendah sebagai pilihan utama karena mudah dipakai dan lebih murah daripada pencabutan bedah. Jika dimethicone tidak tersedia, panduan menyarankan ivermectin. Panduan juga memperingatkan agar tidak mencabut kutu secara manual tanpa petugas terlatih dan langkah antiseptik.
WHO merekomendasikan pencegahan sederhana seperti mencuci kaki setiap hari, menutup atau menyemprot lantai dengan insektisida, dan menggunakan minyak kelapa sebagai pengusir.
Kata-kata sulit
- tungiasis — Penyakit yang disebabkan oleh kutu pasir.
- kutu — Hewan kecil yang dapat menggigit atau menginfeksi.kutu pasir
- peradangan — Reaksi tubuh terhadap luka atau infeksi.
- mengobati — Proses menyembuhkan penyakit atau luka.
- ivermectin — Obat untuk mengobati beberapa infeksi.
- medis — Terkait dengan ilmu pengobatan atau dokter.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting untuk tidak mengeluarkan kutu tanpa bantuan medis?
- Apa dampak tungiasis terhadap gaya hidup seseorang?
- Bagaimana cara mencegah tungiasis?
Artikel terkait
AI Baru untuk Mendeteksi dan Memantau Tuberkulosis
Para peneliti menampilkan beberapa alat kecerdasan buatan untuk mendeteksi dan memantau TB pada Union World Conference on Lung Health di Kopenhagen (18-21 November). Alat ini menjanjikan akses lebih cepat dan murah, tetapi butuh validasi lebih lanjut.
RNA kecil kendalikan kolesterol dan penyakit jantung
Peneliti menemukan molekul RNA kecil bernama tsRNA-Glu-CTC yang mengatur produksi kolesterol melalui SREBP2. Pada tikus, menurunkan molekul ini mengurangi kolesterol dan aterosklerosis; temuan serupa juga terlihat pada sampel darah manusia.
Pola Makan Tradisional Afrika Kurangi Peradangan
Studi gabungan menemukan bahwa beralih ke pola makan tradisional Afrika menurunkan peradangan dan memperkuat respons kekebalan, sedangkan pola makan Barat meningkatkan peradangan. Hasil ini relevan untuk kenaikan penyakit tidak menular di Sub-Sahara Afrika.