Sebuah kelompok kecil orang dengan HIV bisa menjaga jumlah virus tetap tidak terdeteksi tanpa obat. Orang seperti ini sering disebut pengendali elit. Biasanya seseorang dianggap pengendali elit setelah hidup dengan jumlah virus tidak terdeteksi selama setidaknya dua tahun tanpa ARV (obat antiretroviral).
Para peneliti tertarik karena mempelajari pengendali elit dapat memberi petunjuk terapi baru. Banyak penelitian fokus pada faktor genetik di populasi Afrika untuk melihat apakah ada sifat genetik khusus. Beberapa pengendali elit ikut dalam studi dan menyumbangkan darah serta jaringan untuk membantu riset lebih lanjut.
Kata-kata sulit
- pengendali elit — orang dengan HIV jumlah virusnya sangat rendah
- terdeteksi — dapat ditemukan oleh tes atau pemeriksaan
- antiretroviral — obat untuk mengurangi virus HIV dalam tubuh
- peneliti — orang yang melakukan studi atau penelitian ilmiah
- menyumbangkan — memberi sesuatu untuk tujuan penelitian atau bantuan
- genetik — hubungan dengan sifat yang diwariskan dari orangtua
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pendapatmu tentang orang yang bisa menjaga virus tidak terdeteksi tanpa obat?
- Apakah kamu mau ikut menyumbangkan darah untuk penelitian? Mengapa atau mengapa tidak?
- Mengapa menurutmu peneliti mempelajari faktor genetik pada pengendali elit?
Artikel terkait
AI Mempercepat Diagnostik Medis di Sub-Sahara Afrika
Kecerdasan buatan kini dipakai untuk diagnosis cepat di beberapa bagian sub-Sahara Afrika, termasuk deteksi malaria dan interpretasi rontgen. Proyek awal menunjukkan pengurangan pemberian antibiotik tidak tepat dan komplikasi malaria, namun regulasi dan privasi tetap penting.
Permainan Komputer Bantu Perbaiki Otak Setelah Cedera
Studi menunjukkan orang dewasa dengan cedera otak traumatik dapat memperbaiki struktur otak dan kemampuan berpikir dengan menyelesaikan permainan kognitif berbasis komputer. Perubahan terukur terlihat pada neuroplastisitas, kecepatan pemrosesan, perhatian, dan memori.
Splicing alternatif terkait umur pada 26 spesies mamalia
Studi di Nature Communications membandingkan splicing alternatif pada 26 spesies mamalia (usia 2.2–37 tahun). Hasil menunjukkan pola splicing, terutama di otak, berhubungan dengan usia maksimal dan dikendalikan oleh protein pengikat RNA.