Para peneliti menggunakan Theiler’s murine encephalomyelitis virus (TMEV) untuk menginfeksi lima strain tikus yang dipilih karena keragaman genetiknya. Tujuan studi adalah melihat bagaimana perbedaan genetik memengaruhi respons terhadap infeksi selama fase akut, subakut, dan kronis. Perubahan dilacak dari waktu ke waktu dengan beberapa pendekatan laboratorium dan pengamatan patologis.
Metode utama yang digunakan meliputi:
- Perbandingan tingkat peradangan pada sumsum tulang belakang antara tikus terinfeksi dan kontrol sehat pada berbagai waktu.
- Perbandingan peradangan antarras strain tikus.
- Penilaian hubungan antara peradangan dan gejala klinis seperti kelumpuhan.
- Pengukuran jumlah virus yang tersisa di jaringan.
- Analisis apakah jumlah virus berkaitan dengan besarnya peradangan sumsum tulang belakang.
Empat temuan utama muncul: kerusakan saraf lumbar terlihat sejak dua minggu pertama, dan pada beberapa kasus tanda muncul sejak hari keempat; dalam jangka panjang virus sering dibersihkan dari sumsum tulang belakang tetapi tikus CC023 menunjukkan pemborosan otot permanen; lesi dan gejala fisik pada CC023 menyerupai ALS pada manusia; serta sel imun sangat aktif pada tahap awal namun aktivitasnya berkurang setelah virus dibersihkan. Peneliti menyatakan bahwa model CC023 menguatkan teori lama bahwa infeksi virus dapat memicu kerusakan neurologis yang bertahan pada individu rentan, serta membuka kemungkinan menemukan biomarker awal dan menguji pengobatan, khususnya untuk ALS sporadis (>90% kasus). Penelitian ini didukung oleh beberapa lembaga penelitian nasional AS dan sumber dari Texas A&M University.
Kata-kata sulit
- keragaman genetik — perbedaan gen pada anggota satu spesies
- peradangan — respons tubuh yang menyebabkan pembengkakan atau iritasi
- sumsum tulang belakang — jalur saraf utama yang menghubungkan otak dan tubuh
- lesi — area jaringan yang rusak atau berubah bentuk
- pemborosan otot — kehilangan massa dan kekuatan pada otot
- kronis — keadaan penyakit yang berlangsung lama terus-menerus
- biomarker — tanda biologis yang menunjukkan penyakit atau kondisi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana model tikus CC023 dapat membantu penelitian ALS pada manusia? Berikan dua alasan berdasarkan artikel.
- Mengapa keragaman genetik pada strain tikus penting untuk studi respons terhadap infeksi? Jelaskan dengan contoh dari teks.
- Apa keuntungan dan batasan menggunakan model hewan untuk menemukan biomarker awal atau menguji pengobatan?
Artikel terkait
Gagandeep Kang: Vaksin Rotavirus dan Pencegahan Wabah di India
Gagandeep Kang meminta India menyiapkan alat untuk mencegah wabah virus dengan mengembangkan vaksin rotavirus buatan dalam negeri dan memperkuat surveilans. Ia menekankan pentingnya pemerataan vaksin, bukti ilmiah, dan komunikasi sains yang berkelanjutan.