Para peneliti menggunakan Theiler’s murine encephalomyelitis virus untuk menginfeksi lima strain tikus dengan variasi genetik. Mereka membandingkan bagaimana DNA tiap strain memengaruhi respons terhadap virus pada fase akut, subakut, dan kronis. Peneliti melacak perubahan peradangan, jumlah virus, dan gejala klinis dari waktu ke waktu.
Hasil utama menunjukkan kerusakan saraf muncul cepat setelah infeksi. Pada jangka panjang, virus dapat dibersihkan dari sumsum tulang belakang, tetapi tikus CC023 tetap menunjukkan pemborosan otot dan lesi yang mirip dengan ALS manusia. Model ini berpotensi membantu menemukan biomarker awal dan mendukung pengujian pengobatan, terutama untuk ALS sporadis yang menyumbang sebagian besar kasus.
Kata-kata sulit
- menginfeksi — memasukkan virus atau kuman ke tubuh
- peradangan — reaksi tubuh terhadap infeksi atau cedera
- lesi — area jaringan yang rusak atau berubah
- sumsum tulang belakang — bagian dari sistem saraf di tulang belakang
- pemborosan otot — kehilangan massa otot dan kekuatan
- biomarker — tanda biologis yang menunjukkan penyakit atau perubahan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu menemukan biomarker awal penting untuk penyakit seperti ALS? Mengapa?
- Bagaimana perasaanmu tentang penggunaan tikus dalam penelitian penyakit? Jelaskan singkat.
- Jika satu strain menunjukkan gejala mirip manusia, apa yang menurutmu harus dilakukan peneliti selanjutnya?
Artikel terkait
Gagandeep Kang: Vaksin Rotavirus dan Pencegahan Wabah di India
Gagandeep Kang meminta India menyiapkan alat untuk mencegah wabah virus dengan mengembangkan vaksin rotavirus buatan dalam negeri dan memperkuat surveilans. Ia menekankan pentingnya pemerataan vaksin, bukti ilmiah, dan komunikasi sains yang berkelanjutan.