Ilmuwan menemukan bahwa neuron dapat melepaskan sebuah enzim ke ruang antar-neuron. Enzim ini mengubah protein di permukaan sel lain dan memengaruhi cara sel mengirim sinyal nyeri. Temuan ini dipublikasikan di Science.
Dalam percobaan pada tikus, menghilangkan enzim dari neuron pengindra nyeri membuat tikus tidak merasakan nyeri normal setelah operasi, tetapi mereka masih bisa bergerak dan merasakan rangsang. Sebaliknya, menambah enzim ini membuat respons nyeri meningkat. Para peneliti menyatakan bahwa menargetkan enzim di luar sel mungkin menawarkan cara yang lebih aman untuk mengatur jalur nyeri.
Kata-kata sulit
- neuron — sel saraf yang mengirimkan sinyal
- enzim — protein yang mempercepat reaksi kimia
- permukaan — lapisan luar suatu sel atau benda
- sinyal — pesan atau tanda untuk memberi informasi
- pengindra — bagian tubuh yang merasakan rangsang
- menargetkan — memilih sesuatu untuk difokuskan atau diubah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami nyeri setelah operasi? Ceritakan singkat.
- Apakah menurutmu lebih baik mengobati enzim di luar sel daripada di dalam sel? Mengapa atau mengapa tidak?
- Bagaimana penelitian tentang enzim ini bisa membantu pasien yang mengalami nyeri?
Artikel terkait
Penyintas Kanker Muda Menua Lebih Cepat
Studi baru menemukan penyintas kanker remaja dan dewasa muda menunjukkan penuaan biologis lebih cepat, termasuk perubahan sel dan fungsi otak yang berkaitan dengan memori dan perhatian. Peneliti sedang menguji intervensi seperti olahraga dan nutrisi.
Respons terhadap Kesalahan Memprediksi Perilaku Menghindar
Peneliti menemukan bahwa cara orang merespons kesalahan dapat memprediksi kecenderungan menghindar. Studi mengikuti peserta dengan gejala kecemasan dan depresi, mengukur aktivitas otak setelah kesalahan dan kembali satu tahun kemudian.
Tes darah baru untuk menilai pengobatan glioblastoma
Peneliti mengembangkan tes darah yang mendeteksi partikel tumor setelah membuka sawar darah-otak. Metode ini menggunakan perangkat ultrasound dan alat bernama GlioExoChip untuk mengubah sampel darah menjadi biopsi cair dan menilai respons pengobatan.