Di Bahia, timur laut Brasil, seorang petani menanam pisang di sebuah perkebunan 100-hectare di daerah semi-kering. Ia mengatakan 60 per cent dari lahannya membutuhkan irigasi. Gelombang panas menyebabkan penurunan panen sekitar 15 per cent pada tahun berikutnya. Ia menambahkan bahwa ketika suhu mencapai sekitar 40 degrees Celsius dan kelembapan sangat rendah, tanaman berhenti berfungsi walau diberi irigasi.
Sebuah studi yang dipublikasikan di Nature Food memperkirakan bahwa pada 2080 kenaikan suhu dapat mengurangi area yang cocok untuk produksi pisang ekspor di Amerika Latin dan Karibia sampai 60 per cent tanpa intervensi mendesak. Peneliti menggunakan citra satelit, termasuk radar, untuk memetakan produksi intensif dan menemukan konsentrasi di dataran rendah dekat pelabuhan dan kota.
Penelitian menyebut Colombia dan Costa Rica sangat rentan, sementara bagian selatan Brasil dan Ekuador tampak lebih menjanjikan. Pasar pisang global bernilai sekitar US$11 billion per tahun.
Kata-kata sulit
- irigasi — pemberian air ke tanaman secara buatan
- gelombang panas — periode beberapa hari sangat panas di suatu daerah
- panen — hasil atau waktu memetik tanaman untuk dijual
- kelembapan — jumlah uap air di udara
- citra satelit — gambar permukaan bumi dari satelit
- intervensi — tindakan untuk mencegah atau mengubah sesuatu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu irigasi penting di daerah semi-kering?
- Bagaimana gelombang panas bisa mempengaruhi kehidupan petani?
- Apa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk melindungi produksi pisang?
Artikel terkait
Studi: Petunjuk PHQ Membuat Hasil Skrining Tidak Konsisten
Penelitian menemukan petunjuk pada Patient Health Questionnaire (PHQ) sering diartikan berbeda oleh peserta. Para peneliti menyarankan memisahkan pertanyaan tentang frekuensi gejala dan tingkat gangguan untuk memperbaiki penilaian.
Masyarakat Adat Minta Perlindungan Hutan di COP30
Di COP30 di Belém, masyarakat adat dan komunitas lokal menuntut perlindungan hutan, pengakuan hak wilayah, dan akses langsung ke pembiayaan iklim. Tuntutan itu muncul setelah laporan GATC dan Earth Insight memetakan ancaman ekstraksi industri.