KTT iklim PBB COP30 di Belém, Brasil, menghasilkan paket keuangan besar tetapi gagal menetapkan komitmen jelas untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Delegasi menyepakati mobilisasi US$1.3 trillion annually by 2035 dan janji menggandakan pembiayaan adaptasi pada 2025 serta melipatgandakannya pada 2035.
Paket juga menyerukan pengoperasian dana loss and damage fund dan meluncurkan dua alat baru: Global Implementation Accelerator dan Belém Mission to 1.5°C. Namun teks akhir kembali ke bahasa konsensus COP28, yang menyebut transitioning away from fossil fuels tanpa garis waktu konkret.
Ilmuwan Carlos Nobre memperingatkan bahwa penggunaan bahan bakar fosil harus mencapai nol antara 2040 dan 2045 untuk menghindari kemungkinan kenaikan 2.5 degrees Celsius. Laporan UNEP menunjukkan pelaksanaan penuh rencana saat ini masih akan menghasilkan pemanasan 2.3 to 2.5 degrees.
Kata-kata sulit
- pembiayaan — Dukungan uang untuk proyek atau program.pembiayaan iklim
- negara — Wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri.negara-negara
- bahan — Material yang digunakan untuk sesuatu.bahan bakar, bahan bakar fosil
- dukungan — Bantuan atau sokongan untuk tujuan.
- perubahan — Proses beralih dari satu keadaan ke keadaan lain.perubahan iklim
- setiap tahun — Terjadi sekali setiap tahun.
- kesepakatan — Persetujuan yang dicapai oleh dua pihak.kesepakatan akhir
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting untuk meningkatkan pembiayaan iklim?
- Apa dampak dari penggunaan bahan bakar fosil bagi lingkungan?
- Bagaimana negara-negara bisa berkolaborasi dalam menghadapi perubahan iklim?
Artikel terkait
Perdagangan Satwa Liar di Nepal dan Dampaknya
Perdagangan satwa liar adalah bisnis global besar. Nepal menjadi negara asal dan jalur transit, sementara masyarakat miskin dan adat sering dihukum. Pakar menyerukan reformasi hukum, penyelidikan tingkat atas, dan dukungan mata pencaharian.
Siklon Ditwah Hantam Sri Lanka
Siklon Ditwah melanda Sri Lanka bulan lalu dan menyebabkan kerusakan luas serta korban jiwa. Ahli mengatakan dampak lebih besar karena peringatan dan aturan penggunaan lahan tidak dipatuhi, sehingga perlu pemulihan berbasis ilmu dan perencanaan lebih baik.