Nepal dan Potensi Tenaga Surya yang BesarCEFR A1
4 Nov 2025
Diadaptasi dari Sonia Awale, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Calum Hill, Unsplash
- Nepal punya potensi tenaga surya besar.
- Potensi teknis surya 432 gigawatt.
- Potensi pembangkit air 42,000 MW.
- Negara ini mendapat lebih dari 300 hari matahari.
- Sinar matahari bisa hasilkan 3.6 sampai 6.2 unit per meter persegi.
- Banjir dari danau glasial membuat tenaga air tidak stabil.
- Pemerintah batasi tenaga surya sampai 10 persen.
- Saat ini tenaga surya hanya 5 persen.
- Tarif surya adalah NPR 5 per unit.
- Tarif pembangkit air adalah NPR 6.5 per unit.
Kata-kata sulit
- potensi — Kemungkinan atau kemampuan untuk berkembang.
- energi — Kekuatan yang bisa digunakan untuk melakukan kerja.
- surya — Berkaitan dengan matahari.
- ketegangan — Situasi tidak nyaman antara pihak.
- stabil — Tidak berubah dan tetap sama.
- pembangkit — Tempat untuk menghasilkan energi.
- listrik — Energi yang digunakan untuk menyalakan alat.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pendapatmu tentang energi surya di Nepal?
- Apa yang bisa dilakukan Nepal untuk mengurangi ketergantungan pada listrik tenaga air?
- Mengapa kebijakan energi penting untuk sebuah negara?
Artikel terkait
Filipina: energi terbarukan dan penandaan (red-tagging)
Pemerintah Filipina mencabut batas kepemilikan asing untuk menarik investasi energi terbarukan. Pada waktu yang sama, praktik penandaan (red-tagging) terhadap aktivis dan organisasi mempersempit akses bantuan dan menimbulkan dakwaan terhadap beberapa LSM.
Paparan Ayah terhadap Mikroplastik Pengaruhi Keturunan
Penelitian pada tikus menemukan bahwa paparan ayah terhadap mikroplastik terkait gangguan metabolik pada keturunan, terutama pada betina. Peneliti menghubungkan efek ini dengan perubahan RNA kecil di sperma yang dianalisis dengan PANDORA-seq.
Kekeringan di Barat Daya AS Mengurangi Habitat Mamalia Besar
Studi baru memakai data pelacakan jangka panjang dan menemukan kekeringan mengurangi area habitat yang sangat sesuai untuk beberapa mamalia besar. Analisis mencakup data antara 2010 dan 2022 dan dipublikasikan di Communications Earth and Environment.