Pemerintah Filipina mencabut batas kepemilikan asing pada proyek tenaga surya, angin, dan laut. Tujuannya adalah mendorong investasi swasta dan asing dalam energi terbarukan.
Pada saat yang sama, otoritas memperkuat praktik pelabelan atau penandaan yang disebut red-tagging. Red-tagging melabeli aktivis dan kelompok sebagai terkait dengan komunis atau teroris. Mahkamah Agung mengatakan pada Juli 2023 praktik ini mengancam hak atas hidup dan kebebasan.
Dua organisasi komunitas yang memberi bantuan bencana dan teknologi bersih menjadi sasaran. Rekening salah satu organisasi dibekukan pada April 2024 dan pemimpinnya didakwa pada Juli 2025. Organisasi lain melaporkan pelecehan dan kesulitan melanjutkan proyek bantuan.
Kata-kata sulit
- mencabut — menghapus aturan atau izin resmi
- kepemilikan — kepunyaan atau hak atas sesuatukepemilikan asing
- energi terbarukan — energi dari sumber alam yang dapat diperbarui
- pelabelan — tindakan memberi tanda atau kategori pada orang
- mengancam — menimbulkan bahaya atau risiko terhadap sesuatu
- membekukan — menahan atau menghentikan penggunaan uang atau rekeningdibekukan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda membuka kepemilikan asing penting untuk energi terbarukan? Mengapa?
- Bagaimana menurut Anda pelabelan seperti red-tagging memengaruhi kerja organisasi bantuan?
- Jika Anda pemimpin organisasi yang terkena pelabelan, apa langkah pertama yang akan Anda lakukan untuk membantu tim?
Artikel terkait
Taman Kreol di Guadeloupe dan ketahanan pangan
Taman Kreol adalah kebun halaman tradisional di Guadeloupe yang menyediakan bahan pangan dan obat untuk keluarga. Praktik ini membantu masyarakat menghadapi krisis dan sekarang digabungkan dengan alat modern untuk menghadapi perubahan iklim.
Masyarakat Adat di COP30: Hak Wilayah dan Pengetahuan untuk Iklim
Di COP30 di Belém, Sineia Do Vale menekankan bahwa mengamankan hak wilayah masyarakat adat adalah langkah pertama. Ia meminta gabungkan pengetahuan tradisional adat dengan penelitian ilmiah dan membahas kebakaran di Roraima pada 2024.