Verse: Pembuat Film dari Myanmar yang Mengangkat Cerita PerempuanCEFR A1
28 Des 2025
Diadaptasi dari Exile Hub, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Matan Levanon, Unsplash
- Verse adalah seorang pembuat film dari Myanmar.
- Dia sebelumnya bekerja sebagai reporter berita politik.
- Di tempat kerja, ia mendapat perlakuan tidak adil.
- Karena itu ia keluar dari jurnalisme.
- Ia lalu bekerja pada organisasi hak perempuan.
- Ia membuat film tentang kehidupan pekerja seks.
- Filmnya diputar di pameran dan festival film.
- Verse tinggal di Myanmar dan merawat neneknya.
- Ia percaya perempuan harus mendapat kebebasan dan martabat.
- Ia menerima dukungan hibah untuk membuat film.
Kata-kata sulit
- pembuat film — orang yang menggarap cerita dan gambar untuk layar
- jurnalisme — kegiatan mengumpulkan dan menyebarkan berita
- perlakuan — tindakan atau sikap terhadap seseorangperlakuan tidak adil
- pekerja seks — orang yang bekerja di layanan seksual
- hibah — uang atau dana untuk mendukung suatu proyek
- martabat — harga diri dan penghargaan dari orang lain
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda suka menonton film?
- Pernahkah Anda merawat anggota keluarga?
- Apakah Anda setuju perempuan harus mendapat kebebasan?
Artikel terkait
Serial 'El Eternauta' dan Ingatan Penghilangan Paksa di Argentina
Adaptasi televisi dari komik Argentina menghidupkan kembali perhatian pada kasus Héctor Germán Oesterheld dan keluarganya yang hilang saat kediktatoran. Serial itu juga mendorong lonjakan permintaan bantuan ke kelompok pencari identitas pada 2025.
Pakistan: Usia Nikah 18 dan Tantangan Perkawinan Anak di Punjab
Parlemen Pakistan mengesahkan undang-undang pada Mei 2025 yang menetapkan usia nikah 18 tahun dan memberi denda serta hukuman. Namun perkawinan anak masih umum di Selatan Punjab, seperti kasus Zunaira yang berumur 14 tahun.
Karnataka Mengajukan RUU Devadasi 2025 dengan Pendekatan Berbasis Hak
Rancangan Undang-Undang Karnataka Devadasi (2025) menggeser fokus dari pelarangan ke model berbasis hak. RUU ini menekankan identitas hukum, dukungan ekonomi, pendidikan, dan konsultasi luas dengan lebih dari 15.000 Devadasi dan aktivis.