LingVo.club
Level
Lanre' Obisesan: Pembuat Film yang Menggunakan Sinema untuk Penyembuhan — Level B2 — man in white button up shirt

Lanre' Obisesan: Pembuat Film yang Menggunakan Sinema untuk PenyembuhanCEFR B2

9 Jun 2025

Level B2 – Menengah-atas
3 mnt
131 kata

Lanre' Obisesan adalah pembuat film Nigeria-Amerika yang menggunakan sinema sebagai alat penyembuhan emosional. Ia awalnya berkarier sebagai apoteker, tetapi beralih ke pembuatan film untuk menyampaikan pesan-pesan mendalam mengenai identitas dan ketahanan. Dalam film debutnya, "Dokita Musa", ia bercerita tentang seorang bocah berusia 11 tahun di Nigeria, yang bermimpi menjadi kardiolog meskipun memiliki keterbatasan berbicara.

Film ini menggambarkan perjalanan si bocah dan hubungan dengan orang-orang di sekitarnya, menyoroti perjuangan dan harapan dalam kehidupan mereka. Lanre' ingin memberikan wawasan tentang masalah sosial yang kompleks dan menghumanisasi karakter dalam cerita.

  • Dia menghadapi banyak tantangan dalam proses pembuatan film.
  • Sumber daya yang terbatas adalah salah satu masalah utama.
  • Dia bekerja dengan non-aktor untuk menyampaikan cerita yang autentik.

Melalui karyanya, Lanre' berharap membuka percakapan mengenai pengalaman manusia dan mengafirmasi martabat para karakternya.

Kata-kata sulit

  • penyembuhan emosionalpemulihan perasaan setelah trauma atau stres
  • ketahanankemampuan bertahan menghadapi kesulitan atau tekanan
  • keterbatasankondisi tidak punya kemampuan atau sumber cukup
  • autentiknyata dan sesuai dengan keadaan sebenarnya
  • non-aktororang tanpa pelatihan akting profesional
  • mengafirmasimenegaskan keberhargaan atau martabat seseorang

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana pengalaman Lanre' sebagai apoteker bisa memengaruhi cara ia mendekati tema penyembuhan emosional dalam film?
  • Apa keuntungan dan tantangan bekerja dengan non-aktor ketika ingin menceritakan masalah sosial yang kompleks?
  • Mengapa menurut Anda penting bagi sutradara untuk mengafirmasi martabat karakter dalam film yang membahas pengalaman manusia?

Artikel terkait