Lanre' Obisesan: Pembuat Film yang Menggunakan Sinema untuk PenyembuhanCEFR A1
9 Jun 2025
Diadaptasi dari Zita Zage, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Inatimi Nathus, Unsplash
- Lanre' Obisesan adalah pembuat film.
- Dia lahir di Nigeria dan tinggal di Amerika.
- Dia dulunya seorang apoteker.
- Lanre' membuat film untuk membantu orang merasa lebih baik.
- Film pertamanya berjudul "Dokita Musa".
- Film ini tentang seorang anak di Nigeria.
- Anak itu ingin menjadi dokter.
Kata-kata sulit
- lahir — datang ke dunia saat bayi pertama kali
- tinggal — hidup atau menetap di suatu tempat
- apoteker — orang yang bekerja di apotek memberi obat
- membantu — melakukan sesuatu supaya orang lain lebih mudah
- berjudul — memakai nama untuk sebuah buku atau film
- dokter — orang yang merawat pasien di rumah sakit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu suka menonton film?
- Apakah kamu ingin menjadi dokter?
- Pernahkah kamu menonton film dari negara lain?
Artikel terkait
Karibia 2025: Politik, Budaya, dan Lingkungan
Tahun 2025 membawa tantangan politik dan lingkungan bagi Karibia, tetapi juga prestasi kebudayaan dan olahraga. Peristiwa penting meliputi pelantikan presiden Venezuela, kebijakan deportasi AS, rekor musik, badai, dan kelolosan tim ke Piala Dunia.
Film Romantis, Harapan, dan Realitas Hubungan
Dua ahli dari Virginia Tech mengatakan film-film romantis, dari Disney sampai Hallmark, membentuk harapan orang tentang hubungan. Mereka menyorot tren idealisasi, kurangnya keberagaman, dan risiko standar yang tidak realistis terhadap kehidupan nyata.
Mengapa Orang Menyukai Film Liburan yang Menghibur
Para peneliti dari Virginia Tech menjelaskan mengapa banyak penonton menonton film liburan yang hangat dan dapat ditebak. Film seperti produksi Hallmark dan judul di layanan streaming memberi pelarian, suasana liburan, dan akhir bahagia.
Perubahan Perfilman di Afghanistan di Bawah Taliban
Sejak Agustus 2021 Taliban mengubah kehidupan film dan budaya Afghanistan. Investigasi Hasht-e Subh Daily dan wawancara menunjukkan penutupan bioskop, larangan perempuan, pembubaran Afghan Film, serta ancaman terhadap arsip film bersejarah.