Peneliti ingin memahami pengalaman emosional sehari-hari orang dari kelompok seksual dan gender minoritas (SGM), karena kelompok ini mengalami angka depresi lebih tinggi dibandingkan rekan non-SGM. Studi mengikuti 252 orang dewasa muda SGM selama delapan hari.
Para peserta memberi laporan waktu-nyata tentang emosi, pengalaman identitas, dan interaksi sosial. Hasil menunjukkan bahwa menyembunyikan identitas terkait ketegangan emosional lebih besar dan rasa percaya diri identitas yang lebih rendah. Sebaliknya, terbuka tentang identitas berhubungan dengan kejelasan diri yang lebih kuat dan perasaan positif. Peneliti menyarankan dukungan komunitas dapat membantu mengurangi beban emosional dari menyembunyikan identitas.
Kata-kata sulit
- depresi — Gangguan suasana hati dengan perasaan sedih lama.
- menyembunyikan — Tidak menunjukkan atau menyimpan sesuatu dari orang lain.menyembunyikan identitas
- ketegangan — Perasaan tegang atau stres karena masalah atau tekanan.ketegangan emosional
- kejelasan — Perasaan lebih jelas tentang siapa diri sendiri.kejelasan diri
- dukungan komunitas — Bantuan dari kelompok orang dalam komunitas.
- interaksi sosial — Pertemuan atau komunikasi antara orang dengan orang.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu setuju bahwa terbuka tentang identitas bisa membuat perasaan lebih positif? Mengapa?
- Bagaimana menurutmu sebuah komunitas bisa memberi dukungan kepada orang SGM?
Artikel terkait
Latihan Psikologis Positif dan Kesehatan Jantung
Sebuah studi yang dipublikasikan di Cardiology Clinics menunjukkan latihan psikologis positif—seperti rasa syukur, mindfulness, dan optimisme—dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Manfaat paling konsisten muncul saat intervensi dilakukan setiap hari selama 8–12 minggu.
Aplikasi dan pesan teks bantu kesehatan mental mahasiswa
Penelitian besar menemukan aplikasi ponsel ditambah pendampingan lewat pesan teks mengurangi depresi, kecemasan, dan gangguan makan pada mahasiswa. Lebih dari 6.200 mahasiswa ikut serta dan hasil dipublikasikan di Nature Human Behavior.