March Madness menarik banyak orang yang mengisi bracket untuk menebak pemenang. Banyak peserta mencoba menggabungkan pengetahuan dan penilaian ketika memilih tim, tetapi hasil akhir sering bergantung pada kebetulan.
Dalam psikologi, ada ilusi kontrol: orang percaya pilihan pribadi sangat memengaruhi peristiwa. Satu pertandingan buruk, tembakan beruntung, atau cedera dapat mengubah banyak bracket. Albert Cohen dari Michigan State University mengatakan keterampilan penting tetapi keberuntungan juga menentukan seberapa baik bracket tampil. Futurity menerbitkan unggahan yang memuat komentar Cohen tentang hal ini.
Kata-kata sulit
- bracket — lembar prediksi hasil pertandingan turnamen
- kebetulan — keadaan terjadi tanpa rencana atau sebab jelas
- ilusi kontrol — percaya bisa mengendalikan kejadian yang sebenarnya kebetulan
- penilaian — penentuan nilai atau opini tentang sesuatu
- keterampilan — kemampuan melakukan tugas atau pekerjaan dengan baik
- cedera — luka atau masalah fisik karena kecelakaan atau olahraga
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu mengisi bracket atau membuat prediksi olahraga? Kenapa kamu melakukannya atau tidak?
- Bagaimana perasaanmu jika prediksimu gagal karena kebetulan, bukan karena salah memilih?
- Menurutmu, apa yang lebih penting: keterampilan atau keberuntungan? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" pada olahraga
Peneliti menemukan bahwa pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" membuat orang meninggalkan rencana olahraga. Studi ini mengidentifikasi empat unsur pola pikir itu dan memberi saran berpikir ulang agar orang lebih konsisten berolahraga.
Keadilan dan Penghormatan Barang Mempengaruhi Kepercayaan
Studi menemukan dua jenis tindakan—memperlakukan orang secara adil dan menghormati barang milik orang lain—membentuk kesan pertama dan kepercayaan lebih kuat dibanding tindakan lain. Penelitian ini dipublikasikan di PLOS One oleh peneliti dari dua universitas AS.