Sebuah tinjauan baru menelaah efek satu kali makan berlebih pada orang yang sedang menurunkan berat badan. Penulis mengatakan bahwa secara fisik satu kali makan besar biasanya tidak memberi dampak jangka panjang pada penurunan berat badan. Namun, dampak psikologis bisa penting.
Jika indulgensi direncanakan dan masuk dalam rencana makan yang lebih luas, hal itu dapat membantu orang tetap termotivasi. Sebaliknya, indulgensi yang spontan atau dipicu emosi sering menimbulkan rasa bersalah dan dapat menyebabkan makan berlebihan selanjutnya. Peneliti menyarankan berpikir tentang fleksibilitas terencana, bukan melihat makan sebagai kegagalan.
Kata-kata sulit
- tinjauan — ulasan singkat yang melihat beberapa penelitian
- menelaah — mempelajari atau melihat sesuatu dengan seksama
- dampak psikologis — perubahan pada perasaan atau pikiran seseorang
- indulgensi — makan atau menikmati makanan dalam jumlah lebih
- spontan — terjadi tiba-tiba tanpa perencanaan sebelumnya
- rasa bersalah — perasaan sedih atau menyesal karena tindakan sendiri
- fleksibilitas — kemampuan menyesuaikan rencana tanpa panikfleksibilitas terencana
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah Anda merasa bersalah setelah makan berlebih? Ceritakan singkat.
- Bagaimana menurut Anda rencana makan bisa memasukkan indulgensi terencana?
- Apakah fleksibilitas terencana menurut Anda membantu mempertahankan motivasi? Mengapa?
Artikel terkait
Film Dokumenter tentang Igor Kon Raih Penghargaan
Sebuah film dokumenter tentang Igor Kon, yang dikenal sebagai seksolog Soviet pertama, memenangkan hadiah sutradara di Artdocfest pada Maret 2025. Film diproduksi oleh studio Berlin Narra dan koperasi Bereg lalu dirilis di kanal YouTube Meduza.
Pelatihan Kecepatan Kognitif Kurangi Risiko Demensia
Peserta lansia yang menyelesaikan pelatihan kecepatan kognitif dan beberapa sesi penguat memiliki kemungkinan lebih kecil didiagnosis demensia sampai dua dekade kemudian. Temuan ini berasal dari uji klinis jangka panjang pada orang dewasa lanjut usia.