- Penelitian baru menunjukkan efek asap rokok pada mata.
- Asap rokok dapat mempercepat penuaan sel mata manusia.
- Perubahan ini berkaitan dengan degenerasi makula terkait usia.
- AMD menyebabkan gangguan penglihatan pada orang berusia lanjut.
- Peneliti melakukan percobaan pada tikus dan sel manusia.
- Mereka membandingkan paparan asap akut dan kronis pada tikus.
- Asap rokok menyebabkan perubahan pada ekspresi gen sel.
- Perubahan ini memengaruhi kemampuan sel merespons tekanan lingkungan.
- Peneliti juga menemukan kesamaan antara tikus dan manusia.
- Tim ingin tahu perubahan mana bersifat sementara atau permanen.
Kata-kata sulit
- asap rokok — gas dan partikel hasil pembakaran tembakau
- mempercepat — membuat sesuatu berjalan lebih cepat
- penuaan — proses sel atau tubuh menjadi lebih tua
- degenerasi — kerusakan bertahap pada jaringan tubuh
- ekspresi gen — cara gen membuat produk di dalam sel
- kronis — berlangsung lama atau terus-menerus dalam waktu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu sering berada di dekat orang yang merokok?
- Apakah kamu khawatir jika asap rokok merusak mata?
- Apakah keluargamu pernah mengalami gangguan penglihatan?
Artikel terkait
Imunisasi RSV Sepanjang Tahun Kurangi Risiko Wabah Musiman
Sebuah studi menemukan bahwa akses imunisasi RSV sepanjang tahun dapat mengurangi kemungkinan wabah musiman besar di AS. Peneliti membandingkan pola di kota dan desa dan merekomendasikan vaksinasi kapan saja untuk wanita hamil dan anak kecil.
Obat oral baru untuk penyakit tidur: acoziborole disetujui
Acoziborole, obat oral baru untuk penyakit tidur, disetujui oleh regulator Eropa. Uji di Republik Demokratik Kongo dan Guinea menunjukkan keberhasilan hingga 96 persen, dan obat memungkinkan diagnosis serta pengobatan dalam satu kunjungan.
Splicing alternatif terkait umur pada 26 spesies mamalia
Studi di Nature Communications membandingkan splicing alternatif pada 26 spesies mamalia (usia 2.2–37 tahun). Hasil menunjukkan pola splicing, terutama di otak, berhubungan dengan usia maksimal dan dikendalikan oleh protein pengikat RNA.